Tim nasional Uni Emirat Arab dan Qatar menyiapkan perombakan susunan pemain untuk laga penentu juara Grup B Piala Teluk 27 di Stadion Alinma, Jeddah.
Kedua tim sudah memastikan tiket semifinal dengan enam poin dari dua pertandingan awal.
UEA memuncaki klasemen berkat keunggulan selisih gol setelah mengalahkan Yaman dan Bahrain tanpa kebobolan.
Dalic Ubah Sepuluh Posisi
Pelatih UEA Zlatko Dalic mengganti sepuluh pemain utama dan hanya mempertahankan Rishard O'Connor di lini belakang.
Rotasi itu dilakukan untuk menjaga stamina pemain di tengah jadwal kompetisi yang berlangsung setiap tiga hari sekali.
Dalic menyebut Qatar sebagai lawan kuat karena telah tampil di putaran final Piala Dunia 2026.
Meski demikian, ia menegaskan timnya berusaha meraih kemenangan dan memuncaki Grup B.
Pelatih asal Kroasia itu juga menyoroti performa tinggi UEA saat melawan Yaman dan Bahrain dengan mencetak tujuh gol.
Ia mengakui jadwal padat menyebabkan kelelahan bagi para pemain, tetapi berusaha mengatasinya.
Dalic menyampaikan kepuasan atas kinerja tim setelah hanya sepuluh hari bekerja.
Ia tidak akan mendahului peristiwa di Grup A dan akan mengikuti laga Arab Saudi melawan Irak.
Pemain UEA Ali Saleh menegaskan target terbesar tim adalah merebut gelar turnamen.
Ia menyebut seluruh pemain akan saling membantu dalam latihan dan pertandingan untuk mencapai target itu.
Lopetegui Lakukan Lima Perubahan
Di kubu Qatar, pelatih Julen Lopetegui memutuskan melakukan lima perubahan pada susunan tim inti.
Ia mempertahankan enam pemain utama, termasuk penyerang Almoez Ali dan penjaga gawang Mahmoud Abu Nada.
Lopetegui menilai UEA sebagai salah satu kandidat terkuat untuk meraih gelar.
Ia mengakui Qatar tidak memiliki cukup waktu untuk bersiap, tetapi fokus tim tertuju pada laga ini.
Fokus utama skuad Qatar adalah menjaga kestabilan performa sekaligus menghindari risiko cedera pemain.
Lopetegui juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi taktis penyerang Akram Afif.
Menurutnya, Akram telah memberikan pengorbanan besar di posisi yang ia mainkan dan mampu mencetak gol kapan saja.
Ia mengaku akan menyaksikan pertandingan Arab Saudi melawan Irak untuk mencermati sisi positif masing-masing tim sebelum semifinal.
Kapten Qatar Hassan Al-Haydos menyebut UEA sebagai tim yang terus berbenah dan kuat.
Ia mengenang laga-laga melawan UEA selalu berjalan sengit, termasuk saat ia bermain melawan Ismail Matar, Ali Mabkhout, dan Omar Abdulrahman.
Al-Haydos menegaskan sudah menjadi kewajiban pemain untuk menghormati lawan.
Ia juga menepis spekulasi soal rencana pensiunnya dari lapangan hijau.
Menurutnya, kelangsungan berkarier adalah anugerah dan tidak ada tanggal pasti untuk mengambil keputusan pensiun.
Ia menyebut seorang pemain bisa mengumumkan pensiun ketika hasrat dan gairahnya telah habis.
Pemenang laga ini dipastikan keluar sebagai juara Grup B.
Sementara itu, Yaman dan Bahrain resmi tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun.
