unique visitors counter
⌂ Beranda › News › PBNU Umumkan 210 Pengurus 2026-2031, Wakil Ketua Bertambah Jadi Delapan
News

PBNU Umumkan 210 Pengurus 2026-2031, Wakil Ketua Bertambah Jadi Delapan

Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta Pusat
PBNU Umumkan 210 Pengurus 2026-2031, Wakil Ketua Bertambah Jadi Delapan
A A Ukuran Teks16px

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merilis susunan kepengurusan masa khidmah 2026-2031 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Struktur baru ini memuat 210 figur yang ditunjuk mengemban amanah organisasi.

Jumlah itu bertambah 21 orang dibandingkan periode sebelumnya yang berjumlah 189 orang.

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan penambahan personel dilakukan untuk menjaga keterwakilan seluruh unsur internal.

"Yang sekarang total semuanya 210 orang. Mengalami kenaikan sebesar 21 orang," kata Gus Kikin dalam sambutan pengumuman kepengurusan PBNU.

Gus Kikin menegaskan penyesuaian jumlah kepengurusan ditujukan untuk menyelaraskan peran antargenerasi dan badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, pemerataan mencakup seluruh jajaran lembaga, termasuk IPNU, IPPNU, dan Ansor.

Wakil Ketua Umum Diperluas dan Sekretaris Jenderal Berganti

Selain menambah jumlah pengurus harian, pimpinan PBNU memperluas jajaran Wakil Ketua Umum dari lima orang menjadi delapan orang.

Posisi tersebut diisi oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Muhammad Faiz Syukron, Ganefri, Muhammad Lukman Edy, Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin), Juri Ardiantoro, dan Irfan Asy'ari Sudirman Wahid (Gus Ipang).

Posisi Sekretaris Jenderal PBNU kini dijabat Gudfan Arif (Gus Gudfan) menggantikan Saifullah Yusuf.

Jabatan Bendahara Umum diamanahkan kepada Ainun Naim.

Rincian susunan struktur tersebut dibacakan langsung oleh Katib Aam PBNU M. Nuh saat konferensi pers di kantor PBNU.

Usai merampungkan susunan struktur, Gus Kikin beserta jajaran pengurus baru mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta untuk menemui Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama.

"Ada, kita bersilaturahim dari akhir daripada penyusunan struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu kemudian kita bersilaturahim," kata Gus Kikin kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).

Pertemuan itu difokuskan pada dialog seputar penguatan persatuan nasional serta penyelarasan program kerja NU dengan kegiatan pemerintah.

"Pesan Presiden enggak ada yang khusus. Ya kita memang membangun persatuan dan ya memang itulah yang akan kita lakukan memang.

Enggak ada yang khusus," ujarnya.

Gus Kikin menyebut pertemuan berlangsung hangat tanpa pembahasan instruksi khusus dari kepala negara.

"Kita berbicara hal-hal yang berkenaan dengan kegiatan-kegiatan NU, kegiatan-kegiatan dari pemerintah," ujarnya.

Menindaklanjuti terbentuknya kepengurusan baru, PBNU memprioritaskan agenda konsolidasi internal serta rekonsiliasi ke tingkat wilayah dalam 100 hari kerja pertama.

"Kita akan rekonsiliasi ke daerah-daerah," kata dia.

Program penataan organisasi tersebut difokuskan pada area strategis di kawasan timur Indonesia.

"Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas itu terutama di Papua," ujarnya.

Penguatan struktur wilayah diharapkan mempercepat keterpaduan program kerja PBNU dari pusat hingga tingkat daerah.

"Itu mungkin rekonsiliasi, kita konsolidasi, nah jadi itu yang menjadi prioritas kita," ucap dia.

Penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dilakukan melalui musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 31 Agustus 2026.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru