Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama. H Abdullah Syarwani — tokoh yang merintis Lakpesdam PBNU dan pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Lebanon — meninggal dunia pada Senin, 2 November 2026 pukul 03.38 WIB. Kabar berpulangnya tersiar lewat pesan duka yang dilansir NU Online; penyebab, usia, tempat wafat, dan keterangan pemakaman tidak tercantum dalam kabar tersebut.
Syarwani adalah ketua pertama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU. Lembaga yang pada awalnya berstatus lajnah bernama Lajnah Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia itu menerima surat keputusan penunjukan ketua pada 6 April 1985, dan ia mengembannya hingga 1988. Tugasnya kala itu adalah menjalankan penugasan khusus PBNU dengan fokus pengembangan sumber daya manusia warga NU.
Dua tahun sebelum Lakpesdam berdiri, kiprahnya di dunia pesantren sudah tercatat: pada 18 Mei 1983 ia menjadi salah satu pendiri Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) bersama sejumlah tokoh dan pengasuh pesantren. Melalui P3M, pesantren didorong mengembangkan keilmuan, keterampilan, dan kewirausahaan sambil tetap terhubung dengan denyut sosial masyarakat.
Di ranah negara, Syarwani pernah menjabat Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Lebanon periode 2003–2007. Sepulangnya ke tanah air, pengabdiannya berlanjut di lingkungan terdekat sebagai pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Fauzien, Pesona Depok. Warisannya — merintis pengembangan sumber daya manusia NU dan memperkuat peran pesantren — tetap menjadi bagian dari catatan sejarah jam'iyah.