Pada polemik Aksi Sumpah Pemuda tahun 2025, Vicky Prasetyo akhirnya meminta maaf kepada Raffi Ahmad. Lewat utas di Threads, ia mengakui dirinya terlalu cepat menyimpulkan dan menegaskan Raffi hanya tamu undangan — bukan penggagas acara dan bukan pihak yang bertanggung jawab atas konsepnya.
Menurut Vicky, Raffi tidak mengetahui konsep acara, tidak berniat membuat gaduh, dan hanya diundang untuk hadir serta bernyanyi, sehingga tidak layak disalahkan dalam polemik tersebut. Sikap itu muncul setelah Raffi berklarifikasi pada Sabtu, 25 Oktober 2025 bahwa ia sebatas tamu undangan yang tidak tahu-menahu konsep acara.
Konteksnya, kehadiran Raffi di Aksi Sumpah Pemuda saat itu disorot dan dikritik, sampai ada seruan boikot untuk Raffi dan Nagita Slavina. Komentar Sarah Sechan ikut mewarnai pusaran ini: ia menuturkan selalu memeriksa detail acara sebelum menerima pekerjaan membawakan acara, lalu menyindir Raffi dengan kalimat "Jadi maksudnya Anda kena prank".
Namun permintaan maaf Vicky tidak serta-merta meredakannya. Ia justru dihujat warganet, yang mengunggah ulang utas lamanya berisi kritik konsep peringatan — bahwa Sumpah Pemuda semestinya diperingati 28 Oktober bersama mahasiswa dan rakyat, bukan 29 Oktober lewat panggung aksi tanpa arahan jelas. Artikel sumber tidak memuat tanggapan Raffi atas permintaan maaf tersebut.
