unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Dari Desa Turi Bojonegoro ke Panggung Guru Besar: Jejak Prof. Endang Warsiki, Pakar Kemasan IPB yang Berpulang
News

Dari Desa Turi Bojonegoro ke Panggung Guru Besar: Jejak Prof. Endang Warsiki, Pakar Kemasan IPB yang Berpulang

Dari Desa Turi Bojonegoro ke Panggung Guru Besar: Jejak Prof. Endang Warsiki, Pakar Kemasan IPB yang Berpulang
Gedung Rektorat IPB University. (RakyatInside)
A A Ukuran Teks16px

IPB University berduka. Prof. Dr. Endang Warsiki, S.T.P., M.Si., Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), meninggal dunia pada Senin, 2 November 2026. Kabar itu disampaikan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (HIMALOGIN) lewat Instagram resminya, @himaloginipb, disertai doa dan terima kasih atas ilmu serta pengabdian almarhumah. Pemberitaan mengenai wafatnya tidak mencantumkan penyebab, tempat, dan usia almarhumah, maupun keterangan pemakaman.

Yang membuat kisahnya istimewa adalah titik awalnya. Endang Warsiki lahir di Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur — jauh dari akses pendidikan yang memadai. Ayahnya, seorang guru, bertekad anak-anaknya tidak menikah muda selepas SD dan harus bersekolah setinggi-tingginya. Demi SMP, ia menempuh sekitar 20 kilometer ke Padangan, kadang menginap di rumah kerabat atau teman, kadang berjalan kaki menembus jalan desa yang sulit.

Ketekunan itu membawanya jauh: sarjana Teknologi Industri Pertanian di IPB, magister Teknik Kimia di ITB, lalu doktor di Victoria University, Australia. Sebagian besar kariernya diabdikan di IPB sebagai dosen Teknik Industri Pertanian, termasuk dua periode sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fateta (2016–2019 dan 2019–2023).

Kepakarannya adalah teknologi pengemasan dan penjaminan mutu produk agroindustri — terutama pengemasan aktif, cerdas, dan intelijen, tema yang juga ia angkat dalam orasi pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap pada 29 Juli 2023. Catatan ilmiahnya meliputi lebih dari 100 publikasi dan lebih dari 10 paten, Anugerah Kekayaan Intelektual Kemenkumham (2021), Best Paper Award FANRes 2023, undangan berbicara di konferensi pengemasan di Jerman (2015), serta peran reviewer untuk Jurnal Packaging Technology and Science sejak 2019.

Pesan yang ia tinggalkan untuk generasi muda sederhana dan konsisten: belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas — bisa di mana saja, dari siapa saja, kapan saja — dan hidup itu sendiri adalah pembelajaran yang berkelanjutan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru