Pemerintah dijadwalkan menggelar lelang Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) atau sukuk pada hari ini, Selasa (11/8/2026), dengan target indikatif Rp10 triliun.
Lelang kali ini diperkirakan memiliki modal yang lebih kuat dibandingkan dua pekan sebelumnya.
Pada lelang 28 Juli lalu, respons pasar terlihat mendingin.
Total penawaran yang masuk turun Rp7,59 triliun atau 23,37% menjadi Rp24,88 triliun, dari Rp32,47 triliun pada lelang sebelumnya (14/7).
Faktor Pendorong Minat Investor
Pertama, penguatan rupiah ke kisaran Rp17.762/US$ menjadi modal kuat bagi posisi tawar aset rupiah.
Bagi investor asing, rupiah yang lebih kuat berarti risiko currency loss lebih kecil.
Sementara bagi investor domestik, stabilitas nilai tukar mengurangi kekhawatiran akan pengetatan moneter lebih lanjut oleh Bank Indonesia.
Kedua, sentimen positif muncul setelah Destry Damayanti ditetapkan sebagai kandidat tunggal Gubernur BI, berpotensi meningkatkan minat terhadap surat utang pemerintah.
Ketiga, suku bunga acuan BI yang relatif stabil di 5,75% masih menarik bagi investor.
Pada lelang sebelumnya, minat investor cukup kuat pada tenor menengah dan panjang. Ketidakpastian jangka pendek yang tinggi membuat investor cenderung menghindari tenor pendek.