Penempatan dana wakaf Masjid Istiqlal pada instrumen saham menjadi sorotan sebagian masyarakat. Mereka menilai keputusan investasi dana umat itu berisiko tinggi.
Sorotan publik muncul setelah Menteri Agama Nasaruddin Umar membanggakan langkah tersebut di bursa efek.
>>> Gempa Dahsyat di Kolombia Tewaskan 111 Orang, Warga Bantu Evakuasi
Menurut Nasaruddin, Masjid Istiqlal menjadi masjid pertama yang masuk ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengelolaan wakaf tunai secara produktif.
"Pertama kali masjid yang masuk Bursa Efek adalah Masjid Istiqlal.
>>> Mahar Nikah Dea Annisa dan Mazaki Ahmad: Nominal dan Makna di Balik Angkanya
Wakaf tunai yang kami kumpulkan bekerja sama dengan Bursa Efek sehingga ada pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya di Jakarta pekan lalu.
Nasaruddin menjelaskan dana tersebut tidak ditempatkan dengan skema deposito, melainkan dikelola sebagai wakaf produktif.
>>> Trump Klaim AS Sapu Ranjau di Selat Hormuz dan Kuasai Jalur Minyak Dunia
Sebagian keuntungan dari pengelolaan investasi itu kemudian dikembalikan kepada umat melalui berbagai program yang dijalankan Masjid Istiqlal.
