Bursa saham Amerika Serikat menguat pada Kamis dan berhasil memulihkan sebagian besar kerugian sepanjang pekan ini.
Penurunan harga minyak dan meredanya tekanan dari pasar obligasi membantu Wall Street membalikkan banyak pergerakan dari hari sebelumnya.
S&P 500 naik 0,9 persen dan berada di jalur kenaikan keduanya dalam sembilan hari terakhir.
Dow Jones Industrial Average menguat 213 poin atau 0,4 persen pada pukul 11.00 waktu Timur, sementara Nasdaq composite naik 1,4 persen.
Harga Minyak Turun, Yield Obligasi Mereda
Saham mendapat dorongan setelah harga satu barel minyak mentah Brent turun 2,3 persen menjadi 103,38 dolar AS.
Angka itu turun tajam dari hampir 110 dolar AS yang dicapai awal pekan ini akibat kekhawatiran perang dengan Iran akan menahan minyak di Timur Tengah.
Brent memang masih jauh lebih mahal dibandingkan 72 dolar AS per barel pada awal musim panas ini.
Namun penurunan pada Kamis membantu menekan yield di pasar obligasi dan mengurangi tekanan terhadap saham.
Yield obligasi Treasury 10 tahun turun menjadi 4,95 persen dari 5,01 persen pada akhir Rabu.
Yield yang lebih tinggi membuat biaya pinjaman lebih mahal bagi semua pihak, dari pemerintah AS hingga rumah tangga dan perusahaan yang ingin membangun pusat data.
Kondisi itu pada gilirannya memperlambat ekonomi.
Sinyal The Fed dan Reaksi Pasar
The Fed pada Rabu menaikkan suku bunga jangka pendek yang dikendalikannya, yaitu federal funds rate, sebesar seperempat poin persentase.
Itu menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun.
Pejabat The Fed juga mengisyaratkan setidaknya satu kenaikan lagi mungkin terjadi tahun ini dan suku bunga dapat tetap tinggi sepanjang tahun depan.