unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Luci Gang Rilis Album Ketiga 'Rolling Stone', Angkat Sisi Baru Hip-Hop Indie
Hiburan

Luci Gang Rilis Album Ketiga 'Rolling Stone', Angkat Sisi Baru Hip-Hop Indie

Luci Gang tampil di Rolling Hall, Seoul, pada 21 Agustus
Luci Gang Rilis Album Ketiga 'Rolling Stone', Angkat Sisi Baru Hip-Hop Indie
A A Ukuran Teks16px

Rapper independen asal Korea Selatan, Luci Gang, merilis album ketiga berjudul "Rolling Stone".

Album ini menandai babak baru dalam kariernya setelah enam tahun membangun katalog di luar sistem label tradisional.

Lahir dengan nama Lee Eun-seon, ia dikenal sebagai sosok yang konsisten berkarya secara mandiri. Album ini menjadi sorotan setelah singel utamanya, "HEADLOCK", menyebar luas di dunia maya.

HEADLOCK dan Resonansi Internasional

"HEADLOCK" muncul di feed media sosial pada pertengahan Juli. Lagu berdurasi dua menit itu memadukan elemen house dengan gaya hip-hop yang quirky dan menular.

Lagu tersebut bahkan sempat muncul di Instagram Story rapper veteran Lupe Fiasco. Hal ini menunjukkan bahwa karyanya tidak hanya diterima secara lokal, tetapi juga menarik perhatian audiens internasional.

Pada 21 Agustus, Luci Gang menggelar konser solo headline pertamanya di Rolling Hall, Seoul barat. Pertunjukan berdiri itu terjual habis jauh sebelum jadwal mulai pukul 19.30.

Filosofi Album dan Penampilan Panggung

Dalam wawancara sebelum konser, Luci Gang mendeskripsikan suara album barunya dengan perbandingan tak terduga. "Saya rasa ini seperti tom yum goong," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa album ini memiliki rasa asam, pedas, dan berbagai elemen berbeda yang disatukan. Perbandingan itu sejalan dengan isi rekaman yang lebih mudah diakses dibandingkan debutnya.

Album debutnya pada 2021 berjudul "Lucifer's Therapy" menggambarkan masa sulit. Kini, "Rolling Stone" terasa seperti sisi lain yang lebih longgar dan menyenangkan.

Di atas panggung, ia membuka set dengan lagu pertama dari album debutnya. Menurutnya, pilihan itu bukan kebetulan karena terasa bermakna untuk memulai pertunjukan.

Setelah itu, alunan musik perlahan bergeser ke materi album baru. Ia menyebut pertunjukan itu memiliki nuansa bolak-balik antara hype, rap, dan gerakan energik.

Saat ditanya tentang musik yang sedang ia dengarkan, Luci Gang menyebut Joey Valence & Brae dan Tyler, the Creator sebagai favoritnya.

Ia mengaku mendengarkan banyak genre berbeda.

Ia juga mengomentari industri hip-hop yang makin kompleks. Banyak orang mencoba gaya elektronik, tetapi sebagian hanya mengikuti tren, sementara yang lain benar-benar tulus.

Luci Gang menegaskan bahwa ia hanya melakukan hal dengan caranya sendiri. Ia tidak terpengaruh tekanan untuk mengikuti formula yang ada.

Ketika ditanya soal rencana setahun ke depan, ia tertawa dan mengaku sulit membayangkan. Namun, ia berharap bisa tampil di festival di Inggris.

Untuk tur dunia, ia merasa belum siap saat ini. "Mungkin tahun depan," tambahnya.

Penampilan di Rolling Hall memperlihatkan sosok Luci Gang yang rendah hati dan selalu tersenyum. Ia dianggap pantas mendapatkan kesuksesan yang diraih dengan caranya sendiri.

Apa pun dampak "Rolling Stone" bagi skena hip-hop Korea, perjalanan Luci Gang ke depan menarik untuk diikuti.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru