Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 19,58 poin atau 0,31 persen ke level 6.355,32 pada pembukaan perdagangan Kamis (24/9/2026).
Koreksi ini terjadi setelah indeks sempat menguat 1,56 persen ke level 6.374,91 pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Pergerakan indeks pada Kamis pagi berada di rentang tertinggi 6.368 dan terendah 6.331.
Pelemahan IHSG dipengaruhi penutupan Wall Street yang tertekan penurunan saham Alphabet dan Amazon akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Proyeksi Analis dan Pergerakan Sektor
Analis BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji area batas bawah pada perdagangan Kamis.
"IHSG berpotensi koreksi lagi untuk tes support di area 6.320-6.340 hari ini.
Diperkirakan support IHSG: 6.320-6.340 dan resist IHSG: 6.420-6.440," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya.
Pada perdagangan Rabu, penguatan IHSG ditopang kenaikan saham BBCA 1,61 persen, DSSA 9,18 persen, dan BYAN 3,80 persen.
Sektor industri dasar memimpin penguatan seluruh 11 sektor dengan kenaikan 3,47 persen.
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp468,26 miliar di pasar reguler pada Rabu.
Saham yang paling banyak dilepas asing meliputi BBRI, BMRI, TLKM, ISAT, dan ADRO.
Di tengah pergerakan indeks, sejumlah emiten mencatatkan aksi korporasi dan lonjakan harga saham.
PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) memimpin daftar penguatan terbesar pada Rabu dengan kenaikan 34,15 persen ke level Rp220.
Disusul PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang naik 34,09 persen ke Rp236.
Aksi korporasi dilakukan PT Jababeka Tbk (KIJA) yang melanjutkan kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk pengembangan energi hijau.
PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) merencanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 502,87 juta saham baru seri B.
Di sektor properti dan pariwisata, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) memperluas investasi di sektor hiburan Bali melalui kepemilikan efektif 16,27 persen pada PT Kharisma Jawara Abadi.
