unique visitors counter
⌂ Beranda › News › IHSG Bangkit dari Keterpurukan Sesi Pagi, Ditutup Naik 0,40 Persen ke 5.050 pada Jumat 6 November 2026
News

IHSG Bangkit dari Keterpurukan Sesi Pagi, Ditutup Naik 0,40 Persen ke 5.050 pada Jumat 6 November 2026

IHSG Bangkit dari Keterpurukan Sesi Pagi, Ditutup Naik 0,40 Persen ke 5.050 pada Jumat 6 November 2026
IHSG Anjlok 3,49 Persen ke Level 5.098, Sektor Perindustrian Paling Tertekan
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 6 November 2026, dengan penguatan 0,40 persen ke level 5.050,43. Indeks bangkit setelah sempat terperosok hampir 2 persen pada sesi pertama, dan kembali menembus level psikologis 5.000.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung tertekan hingga 1,41 persen ke level 4.960. Tekanan jual berlanjut sampai penutupan sesi pertama, ketika indeks berada di 4.931,39 atau turun 1,97 persen, setara 98,86 poin dari penutupan hari sebelumnya. Level terendah harian bahkan sempat menyentuh 4.925,10.

Pembalikan terjadi pada sesi kedua. Indeks berangsur naik dan bertahan di zona hijau hingga penutupan, mengakhiri hari dengan kenaikan 20,17 poin. Meski begitu, penguatan harian ini belum menghapus pelemahan dalam periode yang lebih panjang: dalam sepekan IHSG masih turun 0,13 persen, dan dalam sebulan turun 17,12 persen.

Perdagangan Jumat: 231 Saham Naik, 440 Saham Turun

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 231 saham menguat, 440 saham melemah, dan 292 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp10,27 triliun, masih di bawah rata-rata 20 hari terakhir.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang, antara lain PT Unilever Indonesia yang naik 4,12 persen, PT Indofood CBP Sukses Makmur yang naik 3,27 persen, dan PT Bank Central Asia yang menguat 1,46 persen. Sektor keuangan tercatat sebagai penopang utama penguatan indeks.

Di sisi lain, empat saham mencetak auto rejection atas, yakni AIMS yang melesat 25 persen ke Rp1.175, POLU yang naik 19,93 persen ke Rp8.875, PLAN yang naik 9,76 persen ke Rp45, dan LMAX yang naik 9,68 persen ke Rp68.

Sentimen yang Menggerakkan Pasar

Pelemahan di awal perdagangan dipicu sentimen negatif dari koreksi Wall Street dan bursa Asia, terutama tekanan pada saham teknologi. Pada hari yang sama, indeks Nikkei di Jepang turun 6,04 persen dan Kospi di Korea Selatan melemah 6,02 persen.

Dari dalam negeri, ada dua sentimen yang dicermati pelaku pasar. Pertama, Bursa Efek Indonesia resmi mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG. Kedua, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III-2026, melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,20 persen.

Aliran dana asing tercatat masuk Rp109,30 miliar di pasar reguler pada Jumat, tetapi secara sepekan asing masih keluar Rp1,07 triliun. Memasuki pekan depan, perhatian pasar tertuju pada MSCI November Index Review yang dijadwalkan pada 11 hingga 12 November. Analis memperkirakan IHSG berpeluang menguji kisaran 5.100 hingga 5.200, dengan resistance terdekat di 5.072 hingga 5.127 dan support di 4.920 hingga 4.960.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru