unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pasar Asia Kebakaran pada Pembukaan Jumat Pagi: Bursa Saham Merah, Mata Uang Lemah
News

Pasar Asia Kebakaran pada Pembukaan Jumat Pagi: Bursa Saham Merah, Mata Uang Lemah

Pasar Asia Kebakaran pada Pembukaan Jumat Pagi: Bursa Saham Merah, Mata Uang Lemah
uang rupiah dan kalkulator. (LinovHR)
A A Ukuran Teks16px

Bursa-bursa Asia dibuka serempak memerah pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, 6 November 2026. IHSG dibuka turun 1,76 persen, rupiah dibuka melemah, dan indeks-indeks utama kawasan mencatat penurunan tajam menyusul anjloknya Wall Street semalam.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah dibuka melemah ke Rp18.090 per dolar AS atau turun 0,04 persen. Pelemahan berlanjut pada pukul 09:04 WIB, ketika rupiah berada di Rp18.103 per dolar AS atau melemah 0,12 persen. Mata uang Asia mayoritas ikut melemah, dengan dolar Taiwan sebagai yang terlemah, disusul ringgit Malaysia, yen Jepang, baht Thailand, dolar Singapura, won Korea, yuan offshore, peso Filipina, dan yuan China.

Indeks Saham Asia Berguguran di Pembukaan

Dari lantai bursa, penurunan paling dalam pada pembukaan perdagangan dialami TAIEX Taiwan yang jatuh 6,57 persen, disusul Nikkei 225 Jepang yang turun 5,63 persen. Straits Times Singapura melemah 2,17 persen, Shanghai Composite turun 1,23 persen, KLCI Malaysia turun 1 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,92 persen, PSEi Filipina turun 0,75 persen, dan SETI Thailand turun 0,16 persen. Di Jakarta, IHSG dibuka turun 1,76 persen.

Tekanan juga menjalar ke pasar obligasi. Yield surat utang negara tenor 10 tahun naik 1 basis poin ke 7,74 persen pada pagi ini, menandakan harga obligasi tertekan oleh aksi jual.

Pemicu: Wall Street Anjlok, Saham AI Dijual

Sumber tekanan datang dari Amerika Serikat. Semalam, Dow Jones anjlok 3,44 persen, S&P 500 jatuh 4,36 persen, dan Nasdaq Composite merosot 5,52 persen. Indeks saham teknologi New York bahkan tercatat turun hingga 12 persen. Aksi jual terpusat pada saham-saham teknologi, terutama emiten yang terekspos pada pengembangan kecerdasan buatan.

Strategist Shinkin Asset Management di Tokyo, Kazuki Sawamura, menilai masih sulit menyatakan gejolak ini sebagai akhir dari reli saham AI. Menurutnya, hal terpenting adalah apakah penurunan ini terbatas atau mulai berdampak pada kinerja perusahaan. Ia juga melihat peluang rebound jangka pendek tetap terbuka setelah sentimen negatif mereda.

Seluruh angka di atas merupakan level pembukaan perdagangan Jumat pagi dan masih dapat berubah sepanjang sesi berlangsung.

Tekanan Merata, dari Saham sampai Obligasi

Kepanikan pagi ini terasa merata karena tekanan tidak hanya menghantam saham, tetapi juga mata uang dan obligasi secara bersamaan. Kombinasi rupiah yang dibuka melemah, IHSG yang dibuka turun 1,76 persen, dan yield SUN 10 tahun yang naik ke 7,74 persen menunjukkan investor sedang mengurangi eksposur ke aset kawasan secara luas pada pembukaan perdagangan.

Perhatian pelaku pasar berikutnya akan tertuju pada apakah aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat berlanjut atau mereda, mengingat kata kunci yang disampaikan Sawamura: selama penurunan tidak sampai menekan kinerja perusahaan, peluang rebound jangka pendek tetap ada. Untuk sementara, level-level pembukaan Jumat pagi ini menjadi titik awal yang akan dibandingkan dengan pergerakan sepanjang hari.

Di antara mata uang kawasan, urutan pelemahan pagi ini juga menunjukkan tekanan terbesar justru dialami dolar Taiwan — mata uang negara yang indeks sahamnya, TAIEX, juga anjlok paling dalam sebesar 6,57 persen pada pembukaan perdagangan. Keterkaitan itu memperkuat gambaran bahwa episentrum guncangan berada di sektor teknologi Asia yang terhubung langsung dengan rantai pasok kecerdasan buatan global.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru