unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.149 per Dolar AS Senin Pagi, Mata Uang Asia Kompak Tertekan
News

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.149 per Dolar AS Senin Pagi, Mata Uang Asia Kompak Tertekan

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.149 per Dolar AS Senin Pagi, Mata Uang Asia Kompak Tertekan
Rupiah Melemah ke Rp 18.184, Tekanan Jual Asing di BEI Masih Berlanjut
A A Ukuran Teks16px

Rupiah dibuka melemah tipis pada perdagangan Senin, 2 November 2026, di tengah tekanan yang melanda hampir seluruh mata uang Asia.

Laporan ANTARA menyebut rupiah dibuka pada level Rp18.149 per dolar AS, melemah 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.147 per dolar AS. Pelemahan terjadi ketika investor menanti sejumlah data ekonomi domestik, termasuk inflasi dan perdagangan Indonesia.

Sejumlah sumber lain mencatat level pembukaan yang sedikit berbeda karena perbedaan waktu dan metodologi pengambilan data. Bloomberg yang dikutip media mencatat rupiah sempat bergerak di kisaran Rp18.136 hingga Rp18.148 per dolar AS pada pagi hari, sementara data Bloomberg lain yang dikutip pukul 09.05 WIB menunjukkan level Rp18.158 per dolar AS, melemah 11 poin atau 0,06 persen dari penutupan Jumat.

Mata uang Asia kompak tertekan

Tekanan tidak hanya menimpa rupiah. Berdasarkan data Reuters pukul 02.07 GMT, won Korea Selatan melemah 0,41 persen, dolar Taiwan turun 0,66 persen, ringgit Malaysia melemah 0,25 persen, dan yen Jepang turun 0,20 persen. Rupiah tercatat melemah 0,17 persen ke Rp18.150 per dolar AS pada waktu tersebut.

Sepanjang 2026 hingga 2 November, rupiah tercatat sudah melemah 8,15 persen dibandingkan penutupan akhir 2025 di Rp16.670 per dolar AS. Angka itu menempatkan rupiah di antara mata uang Asia dengan pelemahan cukup besar tahun ini.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah relatif terbatas pada awal perdagangan, dengan kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS untuk perdagangan Senin.

Proyeksi sepekan ke depan

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif dalam sepekan dengan kecenderungan melemah, pada rentang Rp18.000 hingga Rp18.320 per dolar AS. Untuk perdagangan Senin, ia memperkirakan rupiah ditutup melemah di rentang Rp18.140 hingga Rp18.190 per dolar AS. Proyeksi ini bukan kepastian, melainkan perkiraan berdasarkan sentimen yang berkembang.

Tekanan jual pada surat berharga negara (SBN) disebut masih membayangi rupiah. Analis keuangan Sumatra Utara Gunawan Benjamin mencatat imbal hasil SBN tenor 10 tahun sempat menyentuh 7,7 persen, dan tekanan bisa meningkat bila imbal hasil terus naik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru