Elite Pro Championship (EPC) 2026 akan berlangsung pada 4 November hingga 2 Desember 2026 di Dewa United Arena, Tangerang. Memasuki musim ketiga, kompetisi basket putra U-21 ini semakin meriah dengan jumlah peserta yang terus bertambah.
Pada musim pertama, EPC hanya diikuti empat tim. Jumlah itu bertambah menjadi enam tim pada musim berikutnya, dan kini mencapai 10 tim dari lima provinsi. Kesepuluh tim tersebut adalah Dewa United Elite, MVP Basketball, Immortal Basketball Club, Go Jakarta Basketball, Cakra Sakti Basketball, Hangtuah Jakarta, Bhinneka Solo, Satya Wacana Buzzer, BBM CLS Knights, dan Spartans Dream City.
Lebih dari Sekadar Mencari Juara
Perwakilan Dewa United Basketball Club, Ridi Djajakusuma, dalam Media Day di Dewa United Arena menyampaikan bahwa EPC bukan hanya soal menemukan juara. Ajang ini dirancang memberi pemain muda pengalaman layaknya pemain profesional, mulai dari menghadapi tekanan, mengambil keputusan, bermain sebagai tim, hingga bersiap menuju level yang lebih tinggi.
Menurutnya, pemain muda membutuhkan pertandingan, bukan sekadar latihan. Di situlah EPC mengambil peran sebagai panggung kompetitif bagi para pemain muda.
Juara Bertahan Membidik Gelar Lagi
Sebagai juara bertahan, Dewa United Elite kembali memasang target gelar. Manajer Yugo Wicaksono menilai musim ini akan lebih berat dan menyebut mentalitas di lapangan sebagai faktor penentu.
Yugo menandai MVP Basketball dan BBM CLS Knights sebagai ancaman utama. Ia mengingatkan bahwa Dewa United Elite pernah kalah dari BBM CLS Knights pada pertemuan sebelumnya di Surabaya, dan dengan komposisi pemain yang sebagian besar sama, duel tersebut diprediksi berlangsung personal dan sengit.
Satu tantangan tambahan bagi Dewa United Elite adalah kondisi fisik pemainnya. Sekitar 10 pemain mereka baru saja tampil di IBL All Indonesian Cup yang berakhir pada 1 November, sehingga jeda pemulihan menjadi singkat sebelum EPC dimulai.
