Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,29 persen pada perdagangan Jumat (30/10/2026).
Tekanan jual membuat indeks berada di level 5.032,439 saat penutupan sesi pertama.
Koreksi tersebut setara dengan penurunan 65,618 poin dari posisi sebelumnya. Pelemahan terjadi secara luas dan tidak hanya menimpa sejumlah saham tertentu.
Data RTI memperlihatkan 591 saham berakhir di zona merah. Hanya 113 saham yang menguat, sedangkan 82 saham lainnya tidak berubah harga.
Komposisi itu menunjukkan dominasi saham yang mengalami penurunan. Jumlah saham melemah jauh melampaui saham yang mampu bertahan di wilayah positif.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan mencapai 25,5 miliar saham. Nilai transaksi hingga penutupan sesi pertama tercatat Rp 6 triliun.
Seluruh Sektor Saham Tertekan
Pelemahan IHSG diikuti penurunan pada seluruh kelompok indeks sektoral. Tidak satu pun dari 10 indeks sektoral bertahan di wilayah positif.
IDX-Basic menjadi sektor dengan koreksi paling dalam, yakni 3,13 persen. Posisi berikutnya ditempati IDX-Infra yang kehilangan 2,90 persen.
IDX-Trans juga mengalami penurunan 2,78 persen. Ketiga sektor tersebut mencatat pelemahan lebih besar dibandingkan penurunan IHSG.
Sembilan sektor lainnya juga berada di zona negatif. Kondisi ini menunjukkan tekanan pasar pada sesi pertama berlangsung secara merata.
Tekanan tidak terkonsentrasi pada satu kelompok industri. Seluruh 10 indeks sektoral sama-sama mengalami penurunan.
Di antara saham indeks LQ45, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat penurunan paling besar. Harga sahamnya terkoreksi 6,96 persen menjadi Rp 1.070.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menyusul dengan pelemahan 6,92 persen. Saham perusahaan ini diperdagangkan pada harga Rp 121.
Penurunan berikutnya dialami PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Saham tersebut kehilangan 6,83 persen dan berada pada level Rp 382.
Di tengah dominasi saham melemah, sejumlah emiten LQ45 justru membukukan kenaikan. Pergerakan positif itu terlihat pada saham sektor energi, teknologi, dan industri otomotif.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadi saham dengan penguatan tertinggi. Harganya naik 9,88 persen hingga mencapai Rp 1.335.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kenaikan 4,35 persen. Saham perusahaan tersebut berada di level Rp 24.
Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) mengalami peningkatan 2,13 persen ke posisi Rp 4.790.
Pergerakan saham-saham tersebut memperlihatkan perbedaan kinerja antar emiten ketika IHSG berada dalam tekanan. Meskipun mayoritas saham terkoreksi, PGAS, GOTO, dan ASII masih mampu mencatatkan pertumbuhan harga.
Secara keseluruhan, perdagangan sesi pertama Jumat (30/10/2026) ditandai penurunan IHSG 1,29 persen. Pelemahan seluruh 10 indeks sektoral turut mewarnai dominasi saham yang mengalami penurunan.
