Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, kembali menyita perhatian dengan pernyataan kritisnya tentang kondisi sepak bola dunia.
Pria yang juga berprofesi sebagai produser film itu menyoroti kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan sistem kompetisi di Eropa.
De Laurentiis menilai Infantino menjalankan tugasnya dari sudut pandangnya sendiri.
Ia menyebut Infantino, yang merupakan mantan sekretaris, kini berkeliling dunia dengan lencana FIFA dan bertemu berbagai pemimpin negara.
Meski begitu, De Laurentiis tidak melontarkan serangan personal terhadap Infantino.
Ia justru memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen akbar yang baru saja berlangsung.
De Laurentiis mengaku terkesan dengan stadion-stadion yang disiapkan dengan cara luar biasa.
Ia bahkan sempat menyatakan keinginan untuk menembak Infantino, tetapi berubah pikiran setelah melihat pengaturan turnamen tersebut.
“Saya angkat tangan, saya harus mengatakan selamat,” ujarnya.
Sorotan pada Struktur Kompetisi UEFA
De Laurentiis juga meluapkan keresahannya terhadap sistem kekuasaan sepak bola di Eropa.
Menurutnya, manajemen olahraga di Benua Biru tengah bermasalah.
Ia menegaskan bahwa olahraga tidak mengalami krisis di Amerika Serikat, yang masih menjadi panutan cemerlang.
Sebaliknya, krisis justru terjadi di Eropa.
Pemilik klub asal Italia itu secara terang-terangan mempertanyakan esensi kehadiran Liga Eropa dan Liga Konferensi milik UEFA.
Ia menilai kedua kompetisi tersebut lebih sarat akan kepentingan birokratis dan politis.
“Untuk apa Liga Europa? Untuk apa Liga Konferensi?
Untuk mengumpulkan suara bagi mereka yang kemudian harus terpilih kembali di dalam semua organisasi tersebut,” kata De Laurentiis.
Ia menyoroti bahwa organisasi-organisasi itu berada di luar pengawasan legislatif apa pun.
De Laurentiis juga menyinggung apa yang terjadi di FIFA dan UEFA di masa lalu, serta serial yang menceritakan masalah FIFA.
Di luar urusan kebijakan federasi internasional, ia menyoroti permasalahan serius di tingkat akar rumput, khususnya terkait kultur suporter.
De Laurentiis bertekad menciptakan atmosfer stadion yang aman dan ramah bagi keluarga.
“Saya menentang ultras; sepak bola harus tentang gairah dan mendidik anak-anak,” tegasnya.
Ia menilai hooligan atau ultras yang dibentuk oleh Mafia tidak boleh dibiarkan.
Selama para kepala kepolisian dan menteri pemerintah belum mampu mengendalikan situasi ini, ia menilai hal itu akan tetap menjadi masalah besar.