Lionel Messi kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Major League Soccer. Penyerang 39 tahun itu meraih penghargaan Sepatu Emas MLS 2026 usai mencetak 26 gol dari 31 laga musim reguler bersama Inter Miami, dan menjadi pemain pertama dalam sejarah MLS yang memenangi gelar top skor dua musim beruntun.
Yang membuat capaian ini semakin istimewa adalah cara Messi mencetak gol-golnya. Hanya satu dari 26 gol tersebut yang berasal dari titik penalti, yakni saat melawan Colorado Rapids pada laga yang berakhir 3-2 pada April 2026. Sebanyak 25 gol lainnya lahir dari permainan terbuka.
Jumlah 25 gol non-penalti itu menjadi yang terbanyak kedua dalam satu musim MLS, hanya kalah dari rekor Messi sendiri pada 2025 dengan 28 gol non-penalti.
Unggul Jauh dari Pesaing
Di daftar top skor, Messi unggul jelas atas para pesaingnya. Petar Musa dari FC Dallas berada di urutan kedua dengan 22 gol, disusul Brian White dari Vancouver Whitecaps FC dengan 20 gol.
Sejak 2024, Messi telah mengoleksi 75 gol di musim reguler. Ia menyamai Denis Bouanga sebagai satu-satunya pemain yang mencetak minimal 20 gol dalam tiga musim MLS beruntun.
43 Kontribusi Gol dalam Satu Musim
Tak hanya gol, Messi juga membukukan total 43 kontribusi gol, gabungan gol dan assist, pada 2026. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah MLS yang mencatatkan minimal 40 kontribusi gol dalam dua musim beruntun.
Dalam tiga musim terakhir, total kontribusi gol Messi mencapai 127, unggul 28 dari pesaing terdekatnya, Evander.
Inter Miami sendiri finis di peringkat kedua Wilayah Timur dan langsung melaju ke perempat final playoff MLS 2026 menghadapi Columbus Crew dalam format best-of-three. Bila konsisten, Messi berpeluang mengulang gelar juara yang diraihnya pada 2025. Sebelumnya, Messi juga membawa Inter Miami menjuarai Campeones Cup usai mengalahkan Cruz Azul 2-0 pada Kamis (17/9/2026).