Aktris senior Son Sook mengungkapkan bahwa ia menyumbangkan seluruh penghasilannya dari film "Spirits' Homecoming" (2016) untuk mendukung para penyintas perbudakan seksual militer Jepang.
Hal ini disampaikan menjelang perilisan ulang film tersebut dalam rangka peringatan 10 tahun.
>>> Galaxy S26 FE Bocor Lengkap, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh
Dalam film itu, aktris berusia 82 tahun ini berperan sebagai Young-ok versi lanjut usia, seorang penyintas perbudakan seksual masa perang.
Film ini dijadwalkan rilis ulang secara nasional pada 26 Agustus dengan versi extended cut.
Son Sook menjelaskan alasannya menolak honor awal dan menyumbangkan seluruh bonus box office-nya.
"Karena film ini memiliki tempat yang dalam di hati saya, meminta kompensasi tidak pernah menjadi pertimbangan," ujarnya melalui distributor Connect Pictures, Senin.
"Uang bukanlah prioritas untuk proyek dengan makna yang begitu mendalam," tambahnya.
Son Sook juga mengenang kondisi produksi yang sulit dan memuji dedikasi sutradara Cho Jung-rae dalam menyelesaikan film tersebut.
Ia mengungkapkan kesedihan mendalam atas penurunan drastis jumlah penyintas yang masih hidup dalam dekade terakhir. Saat film aslinya debut pada 2016, ada 47 penyintas yang terdaftar di pemerintah.
Kini, jumlahnya tinggal lima orang.
>>> Kim Soo-hyun Akan Tampil Publik Pertama Kali Setelah Setahun Lebih
Son Sook menyesalkan kepergian banyak penyintas selama bertahun-tahun dan menyoroti makna di balik judul film.
"Saya berharap jiwa para gadis muda yang meninggal di negeri asing tanpa pernah kembali ke rumah dapat menemukan kedamaian dan terbang bebas di tempat yang lebih baik," katanya.
Ia mendorong generasi muda, terutama penonton berusia 20-an dan 30-an serta mereka yang melewatkan film ini satu dekade lalu, untuk menonton versi extended cut di bioskop.

