Sutradara Yeon Sang-ho kembali dengan film terbaru berjudul "Paradise Lost" yang telah tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto ke-51 pada 13 September.
Film ini menjadi undangan resmi kedua berturut-turut bagi Yeon di seksi Special Presentations setelah "The Ugly" tahun lalu.
Thriller psikologis ini berpusat pada So-young, seorang ibu berduka yang diperankan Kim Hyun-joo.
Dunia So-young berubah ketika putranya, Sun-woo (Bae Hyeon-seong), yang dianggap tewas setelah bus perkemahan hilang sembilan tahun lalu, muncul kembali.
Dari Cerita Ibunda hingga Layar Lebar
Ide film ini bermula dari cerita pendek yang ditulis oleh ibu Yeon Sang-ho.
"Ibu saya bertanya apakah menulis skenario itu sulit, dan saya katakan siapa pun bisa menulis jika punya cerita untuk dibagikan," ujar Yeon dalam konferensi pers di CGV Yongsan I'Park Mall, Seoul, Jumat.
Saat pulang liburan berikutnya, ibunya menyerahkan buku catatan berisi cerita tiga halaman yang ia tulis sendiri.
Draf asli itulah yang kemudian menjadi "Paradise Lost".
Film ini diadaptasi dari novel "Black Inferno" dan mengikuti So-young yang mengandalkan program kecerdasan buatan bernama "Children of Paradise" untuk berinteraksi dengan avatar digital putranya.
Namun kejutan datang: Sun-woo kembali ke rumah dalam keadaan hidup.
Saat publik heboh atas keajaiban itu, So-young justru dilanda kecemasan.
Pemuda di hadapannya penuh luka, tatapannya dingin, dan sama sekali tidak mirip dengan anak polos yang ia kenal.
Kolaborasi dan Proyek Passion
Yeon menyebut "Paradise Lost" sebagai proyek passion berbiaya rendah seperti filmnya tahun 2025, "The Ugly".
"Membiayai karya sendiri memberi saya kebebasan bereksperimen tanpa beban menguntungkan investor korporat," jelasnya.
