Sutradara Lee Joon-ik, yang dikenal lewat The King and the Clown, memutuskan menggarap drama pendek berjudul My Father's Table.
Keputusan itu diambil di tengah lesunya industri film Korea yang membuat sutradara muda sulit mendapat kesempatan debut.
My Father's Table tayang di bioskop Lotte Cinema seluruh Korea mulai 9 September.
Film ini hanya mengisi sekitar sepertiga layar, tepat di bagian tengah, karena sejak awal memang direkam secara vertikal untuk ponsel.
Sebanyak 61 episode berdurasi sekitar dua menit disusun ulang menjadi film berdurasi 146 menit.
Ini menjadi perilisan teatrikal pertama untuk drama pendek di Korea, tanpa preseden yang diketahui di luar negeri.
Alasan di Balik Pilihan Format Pendek
Lee mengaku awalnya merasa tidak nyaman dan sedikit takut saat memilih menyutradarai drama pendek.
Pengakuan itu disampaikannya dalam wawancara di kantor Kidari Studio, Distrik Seongdong, Seoul, pada hari pembukaan film.
Drama pendek berkembang pesat di Amerika Utara dan China dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Di Korea, format ini masih dipandang sebelah mata sebagai hiburan murahan dengan plot sensasional seputar perselingkuhan, balas dendam, dan rahasia kelahiran.
Yang meyakinkan Lee mencoba format ini adalah melihat sutradara muda berjuang melewati masa terburuk industri film Korea.
Bagi sutradara pemula, peluang membuat film debut hampir mustahil didapat.
Lee awalnya mendorong sutradara muda membuat drama pendek, dengan pesan bahwa kreator punya kewajiban terus berkarya apa pun platformnya.
Mereka yang mengikuti saran itu kembali dengan permintaan agar sosok dengan nama besar ikut membuat drama pendek.
Setelah mempertimbangkannya, Lee memutuskan mengambil langkah itu dan memilih drama keluarga adaptasi webtoon berjudul sama.