unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan China Perketat Aturan AI di Drama Pendek, Face-Swapping hingga Kloning Suara Kini Pelanggaran Hukum
Hiburan

China Perketat Aturan AI di Drama Pendek, Face-Swapping hingga Kloning Suara Kini Pelanggaran Hukum

Ilustrasi Mahkamah Agung China menerbitkan panduan hukum baru untuk memperketat penggunaan AI dalam industri drama pendek.
China Perketat Aturan AI di Drama Pendek, Face-Swapping hingga Kloning Suara Kini Pelanggaran Hukum
A A Ukuran Teks16px

Mahkamah Agung China menerbitkan panduan hukum baru untuk memperketat penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri drama pendek.

Regulasi ini menyasar manipulasi wajah (face-swapping) dan kloning suara tanpa izin yang marak seiring popularitas format micro-drama.

Global Times pada Selasa (8/9) memberitakan standar perdata baru menetapkan penggunaan identitas visual maupun audio yang dapat dikenali tanpa izin sebagai pelanggaran hukum.

Aturan tersebut lebih ketat dibandingkan ketentuan sebelumnya yang hanya bersifat imbauan administratif.

Pengacara asal Beijing, Wu Xiaolin, menilai regulasi terbaru kini menjadi standar peradilan mengikat yang dapat dieksekusi langsung di pengadilan perdata untuk membatasi ruang gerak AI deep synthesis.

Lonjakan Pasar Drama Pendek dan Praktik Curang

Pengetatan hukum ini bergulir di tengah lonjakan masif pasar drama pendek China.

Data Badan Radio dan Televisi Nasional setempat mencatat 33 ribu drama pendek ditayangkan sepanjang 2025 dan menjaring hampir 700 juta penonton domestik.

Nilai ekonomi sektor ini menembus 100 miliar yuan atau sekitar Rp261,49 triliun (1 RMB=Rp2.614,99) pada 2025, melonjak dua kali lipat dibanding capaian tahun sebelumnya.

Namun, ekspansi kilat tersebut diwarnai berbagai praktik curang.

Sejumlah produsen konten berbiaya murah memanfaatkan AI untuk merekayasa wajah dan suara artis ternama, seperti Song Weilong, Yang Zi, Xiao Zhan, hingga Dilraba Dilmurat, demi mendongkrak traffic tayangan secara instan.

Sutradara sekaligus pemilik studio produksi AI, Feng Anrong, menuturkan maraknya tayangan AI bodong berbiaya amat murah tersebut sempat merusak ekosistem industri.

Praktik itu dinilai mematikan iklim usaha bagi kreator sah yang menginvestasikan modal besar untuk naskah orisinal, lokasi syuting nyata, serta perekrutan aktor berizin.

📰 Update Terbaru