Kementerian Perdagangan China memperpanjang investigasi anti-dumping terhadap pecan dari Amerika Serikat dan Meksiko.
Perpanjangan ini diumumkan pada Kamis, sekitar dua pekan sebelum kunjungan Presiden Xi Jinping ke Washington.
Investigasi yang diluncurkan tahun lalu semula dijadwalkan berakhir pada 25 September, sehari setelah pertemuan Presiden Donald Trump dengan Xi di ibu kota AS.
Namun, penyelidikan kini diperpanjang hingga 25 Maret tahun depan.
Kementerian beralasan perpanjangan dilakukan karena kompleksitas kasus.
Tarif Sementara dan Dampaknya
Pada Agustus, Beijing mulai menerapkan tarif tinggi sebesar 54,3 persen untuk pecan dari Amerika Serikat.
Sementara itu, pecan dari Meksiko dikenai tarif antara 17,8 persen hingga 51,6 persen.
Tarif tersebut diberlakukan setelah putusan awal kementerian menemukan bahwa pecan dijual dengan harga dumping di pasar China.
Praktik itu dinilai menyebabkan kerusakan signifikan bagi industri domestik terkait.
Amerika Serikat dan Meksiko merupakan produsen pecan terbesar di dunia.
Ekspor pecan AS ke China tercatat senilai 93,1 juta dolar AS pada 2023, menurut US Foreign Agricultural Service.
Perselisihan soal pecan menambah friksi dalam hubungan dagang dua ekonomi terbesar dunia.
Ketegangan meningkat tajam setelah Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu.
Beijing dan Washington mencapai gencatan senjata rapuh pada akhir tahun lalu dalam perang tarif timbal balik yang dipicu Trump.
Meski demikian, surplus dagang China yang besar dan persaingan teknologi yang ketat masih memicu ketegangan.