My Father's Table mengikuti Ha-eung, diperankan Jung Jin-young, yang puluhan tahun mengandalkan masakan istrinya untuk tiga kali makan sehari.
Ia harus mengambil alih dapur ketika Soon-ae, diperankan Lee Jung-eun, mengalami kondisi yang membuatnya pusing hanya dengan melihat panci dan tak bisa memasak.
Melalui hidangan yang dibagi tiga generasi, cerita ini menelusuri masa pertumbuhan Korea selama modernisasi cepat.
Lee berharap drama keluarga tetap bertahan, meski hanya dalam format pendek, di tengah konten yang terus mengejar kekerasan dan kejutan.
Tantangan dan Peluang Format Vertikal
Bagi Lee yang berpengalaman lebih dari tiga dekade, drama pendek tetap wilayah asing.
Naskahnya menuntut pendekatan berbeda karena setiap episode dua menit harus memuat alur cerita yang utuh.
Aksi dibatasi maksimal empat lokasi, sementara bingkai vertikal membuat gerakan aktor ke samping harus diminimalkan.
Karena ruang terlalu sempit untuk menampilkan lawan bicara dalam satu bidikan, percakapan memerlukan banyak potongan.
Namun Lee juga menemukan potensi besar pada format ini.
Dalam film horizontal, penonton hanya mengikuti pikiran dan emosi tokoh utama.
Sebaliknya, pada bingkai vertikal setiap tokoh mendapat bidikan solo sehingga penonton bisa menyelami batin karakter pendukung sama dalamnya.
Akses pendanaan komersial yang lebih andal, meski dalam skala kecil, menjadi keunggulan lain.
Lee syuting My Father's Table selama sebulan dengan 33 kru dan anggaran 500 juta won atau sekitar 362.000 dolar AS.
Film konvensional yang direkam horizontal menurut perkiraannya membutuhkan lebih dari 100 kru dan setidaknya lima kali anggaran tersebut.
Menurut Lee, drama pendek bisa memberi pembuat film baru kesempatan masuk ke pasar komersial.