"Rasanya seperti kegiatan klub mahasiswa, dan kebebasan kreatif itu membuat ketagihan."
Dalam proses casting, Yeon sengaja memilih Kim dan Bae untuk menghindari trope dinamika konvensional.
"Saya butuh lebih dari sekadar hubungan ibu-anak biasa; harus ada ketegangan kompleks di antara mereka," katanya.
Ini menandai proyek keempat Yeon bersama Kim.
Sang sutradara memuji kemampuan Kim berpindah ke adegan intensitas tinggi.
"Menonton aktingnya seperti menonton pembalap F1 — begitu ia menginjak gas, ia langsung fokus dengan intensitas luar biasa," ujarnya.
Kim mengakui tuntutan peran tersebut sekaligus bersyukur bisa memperluas jangkauan aktingnya.
"Seorang aktor hanya bisa mendorong batas baru jika diberi kesempatan. Saya sangat berterima kasih kepada sutradara karena mengenali apa yang ingin saya jelajahi," kata Kim.
Film ini menjadi peran utama layar lebar pertama bagi Bae, yang sebelumnya dikenal lewat drama JTBC "Family by Choice" (2024).
Bae mengaku merasakan tekanan besar menghadapi tanggung jawab menampilkan citra baru bagi penonton.
Baik Yeon maupun Kim memuji kehadiran Bae di layar.
Kim mencatat bahwa Bae lembut di luar kamera, tetapi sikapnya berubah drastis saat berperan.
"Dalam satu adegan, bertatapan mata dengannya membuat saya menangis," ujar Kim.
Yeon juga menyoroti tatapan ekspresif Bae yang menambah ketegangan film.
Yeon dikenal lewat karya seperti "Train to Busan", "The Ugly", dan serial Netflix "Hellbound".
Ia menyatakan film ini menampilkan "puncak karier 30 tahun aktris Kim" sekaligus sisi Bae yang belum pernah terlihat.
"Paradise Lost" akan tayang di seksi Gala Presentation Festival Film Internasional Busan ke-31 pada 9 Oktober, lalu rilis nasional pada 21 Oktober.
