Spesifikasi bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan dari sampah plastik dinilai masih di bawah standar BBM fosil murni.
Meski begitu, kualitasnya dianggap cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan energi skala kecil, seperti perahu nelayan dan mesin pertanian.
>>> Kematian Misterius Perempuan di Pasar Kemis Terungkap, Polisi Tangkap Pria Berinisial A
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) sekaligus praktisi senior industri migas, Hadi Ismoyo.
"Kualitasnya memang masih kalah jauh dari BBM yang diproses langsung dari fosil.
>>> Jadwal Pemadaman Listrik PLN di Bandung Timur Hari Ini, Selasa 11 Agustus 2026
Namun, nilainya cukup memadai untuk kebutuhan skala kecil seperti nelayan dan alat-alat pertanian," ujar Hadi saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).
Hadi menjelaskan sejumlah aspek spesifikasi BBM sampah, mulai dari komposisi hidrokarbon, tingkat kemurnian (impurities), viskositas, hingga kesesuaian standar American Petroleum Institute (API), belum memenuhi kualifikasi untuk kendaraan bermotor berteknologi tinggi, khususnya mobil mewah.
>>> Samsung Tambah Produksi Galaxy Z Fold 8 1 Juta Unit
Meski demikian, pemanfaatan BBM sampah tetap berpotensi diterapkan secara terbatas pada sektor tertentu.
