Ia meninggal sebelum sempat masuk ICU.
Patel, pekerja kesehatan, mengatakan kematian seperti Kabita seharusnya bisa dicegah. Ia akan memeriksa tanda-tanda bahaya seperti gerakan bayi, pembengkakan, dan anemia.
"Mungkin kami bisa menyelamatkan nyawanya," katanya.
Kematian Kabita dan bayinya membuat Shraddha berduka. Suami Kabita yang bekerja di India baru tahu setelah tetangga menelepon.
Ia pulang tiga hari setelah pemakaman dan sering menangis berhari-hari.
Kini, tiga anak Kabita dirawat oleh nenek dan bibi buyut mereka. Mereka khawatir tidak mampu memberi makan anak-anak itu.
"Bagaimana saya memberi mereka makan? Saya sudah tua," kata Lachhiya Devi, ibu mertua Kabita.
Shraddha masih tersiksa oleh ketidaktahuannya. "Kami tidak punya siapa-siapa untuk membantu kami, untuk memberi tahu kami tentang hal-hal ini.
>>> HUT ke-81 RI: KRL dan LRT Jabodebek Tarif Rp8 pada 17 Agustus 2026
Jika ada seseorang, kami akan bertanya dan mengikuti saran mereka," katanya. "Itu akan menyelamatkan nyawanya."
