Unggahan itu disertai meme gambar Trump di dalam kotak katering penuh makanan.
>>> Messi Ragu Lanjut Karier Usai Ayahnya Wafat, Ronaldo Beri Dukungan
Akun X tersebut sering menjadi viral karena meme media sosial yang dibagikannya, yang telah dilaporkan oleh media pemerintah Iran.
Akun itu terdaftar di halaman situs resmi kedutaan.
The Washington Post pertama kali melaporkan detail operasi pergantian pesawat tersebut.
Pada 2024, Departemen Kehakiman AS mendakwa seorang pria Iran terkait dugaan plot yang diperintahkan oleh Garda Revolusi Iran untuk membunuh Trump, yang saat itu menjadi presiden terpilih AS.
Teheran membantah tuduhan tersebut pada September 2024.
Ali Vaez, wakil direktur program untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di International Crisis Group, mengatakan bahwa kaum garis keras Iran "menikmati fakta bahwa Amerika Serikat sangat takut dan khawatir tentang keselamatan dan keamanan Presiden Trump".
Iran dan Amerika Serikat tetap berselisih mengenai upaya untuk menyetujui pengakhiran permanen perang di Teluk, menurut sumber senior Iran.
Dalam podcast di kantor berita semi-resmi Tasnim, komentator Alireza Majidi menceritakan kunjungan Trump pada 2018 ke pangkalan Ain al-Assad di Irak, negara tempat Iran mendapat dukungan dari kelompok bersenjata.
Trump sendiri menggambarkan tindakan keamanan luar biasa yang harus dia jalani dalam perjalanan itu.
"Jika Anda melihat apa yang harus kami lalui dengan pesawat yang digelapkan, dengan semua jendela tertutup, tanpa lampu sama sekali.
Gelap gulita.
>>> Rincian Harga Tiket Kereta Eksekutif Jakarta-Semarang, Mulai Rp255 Ribu
Saya belum pernah melihat yang seperti itu," kata Trump kepada wartawan di pangkalan di Irak, seperti dikutip CNN.
