Presiden AS Donald Trump menandatangani memorandum keamanan nasional yang mengizinkan galangan kapal asing membangun hingga dua kapal untuk dikirim ke Amerika Serikat.
Langkah ini diambil saat AS berupaya membangun kembali angkatan laut dan basis industri galangan kapalnya.
>>> Polisi Tangkap Dua Pelaku Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras, Ini Identitasnya
Memorandum tersebut dikeluarkan di tengah meningkatnya kerja sama pembuatan kapal dengan Korea Selatan, yang berkomitmen menginvestasikan 150 miliar dolar AS di sektor galangan kapal AS.
Investasi itu merupakan bagian dari total janji investasi 350 miliar dolar AS dalam kesepakatan perdagangan dan investasi bilateral tahun lalu.
Syarat Galangan Asing
Gedung Putih menyatakan, galangan asing yang memenuhi syarat adalah yang membangun galangan baru di AS atau mengambil alih kepemilikan mayoritas galangan yang sudah ada.
Kondisi itu dipenuhi oleh konglomerat Korea Selatan, Hanwha, yang mengakuisisi Philly Shipyard di Philadelphia pada Desember 2024.
Memorandum itu juga mengarahkan Pentagon untuk melakukan investasi langsung di basis industri galangan kapal AS berdasarkan 'model Finlandia'.
>>> Dubes Korea Selatan untuk China Berduka atas Wafatnya Zhu Rongji
Pendekatan itu memungkinkan AS memperoleh kapal lebih cepat dari galangan asing sekutu sebelum memindahkan produksi ke AS dengan investasi asing.
Selain itu, memorandum tersebut memerintahkan menteri pertahanan untuk mendirikan galangan kapal angkatan laut kelima, yang pertama dalam lebih dari 80 tahun.
Langkah itu bertujuan meningkatkan kapasitas perbaikan kapal selam dan kapal induk AS.
Dalam pernyataan kebijakan kepada Kongres bulan lalu, Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih menyoroti proposal legislatif prioritas.
>>> Pembuang Bayi di Depok Ditangkap, Nekat Bersalin Mandiri karena Takut Ketahuan Kantor
Proposal itu akan mengizinkan Angkatan Laut AS mengontrak pembangunan dua kapal tempur dan dua kapal bantu non-tempur di galangan kapal asing.

