Kedua, benchmark awal sering tidak representatif.
Versi pra-produksi biasanya dijalankan dengan thermal throttling dimatikan, clock speed dipaksakan melebihi batas normal, dan optimasi software belum final.
Artinya, skor retail bisa jauh lebih rendah.
Ketiga, tidak ada informasi perangkat atau suhu. Tangkapan layar tidak menyertakan detail penting seperti model ponsel, suhu saat pengujian, dan durasi stabilisasi performa.
Tanpa itu, sulit menilai keandalan data.
Yang Lebih Penting dari Sekadar Skor: Efisiensi dan Termal
Fokus sebenarnya bukan pada berapa juta poin yang diraih, tapi bagaimana chip ini berperilaku di dunia nyata.
>>> 5 Film Baru Tayang Akhir Pekan: Kung Fu Soccer hingga PAW Patrol Dino Movie
Dengan transisi ke 2nm, Qualcomm punya peluang emas untuk menekan konsumsi daya, mengurangi panas berlebih, dan memperpanjang masa pakai baterai.
