unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Media Jepang Sebut Reaksi Publik ke Ha Young sebagai 'Bersalah karena Asosiasi' Modern

Media Jepang Sebut Reaksi Publik ke Ha Young sebagai 'Bersalah karena Asosiasi' Modern

Media Jepang Sebut Reaksi Publik ke Ha Young sebagai 'Bersalah karena Asosiasi' Modern
Media Jepang Sebut Reaksi Publik ke Ha Young sebagai 'Bersalah karena Asosiasi' Modern
A A Ukuran Teks16px

Kolom dari Fuji News Network (FNN) memberikan penilaian serupa.

Mereka menulis, 'Situasi di mana program dan iklan Ha Young dibuat privat karena tuduhan tentang kakek buyutnya dapat digambarkan sebagai bentuk modern dari rasa bersalah karena asosiasi.'

>>> 4 HP Android dengan Desain Mirip iPhone, Harga Mulai Rp1,1 Juta

Mereka menambahkan, 'Penting untuk membedakan antara tindakan yang dikonfirmasi dan tuduhan yang tidak berdasar, leluhur dan keturunan, serta tanggung jawab sejarah dan serangan politik kontemporer.

Jika tidak, cakupan istilah pro-Jepang dapat meluas tanpa batas, sampai kita kehilangan pandangan tentang apa yang seharusnya dikritik dan diingat.'

Argumennya adalah bahwa situasi harus dinilai lebih objektif karena Ha Young sendiri tidak terlibat dalam aktivitas pro-Jepang.

Reaksi Warganet Jepang

Reaksi serupa muncul di kalangan pengguna internet Jepang.

Seorang pengguna Jepang menulis bahwa orang Korea 'menunjukkan kecenderungan untuk menciptakan orang berdosa baru berdasarkan perspektif yang terfragmentasi, mungkin karena mereka iri pada kesuksesan orang lain', menambahkan bahwa banyak leluhur yang dicap pro-Jepang adalah 'orang biasa yang hanya mengikuti keadaan zaman mereka'.

Komentar semacam itu secara efektif membela orang-orang yang dituduh berkolaborasi dan tindakan mereka.

Beberapa tanggapan melangkah lebih jauh, menampilkan pandangan yang tidak akurat atau terdistorsi secara historis, termasuk klaim bahwa Jepang juga memiliki '25 juta korban' dan bahwa peristiwa dari 80 tahun lalu tidak boleh lagi disebut-sebut, serta klaim bahwa Yi Wan-yong, seorang kolaborator pro-Jepang terkemuka, 'berada di sisi yang sama dengan gerakan kemerdekaan karena dia meminta bantuan Jepang'.

Awal Kontroversi

Kontroversi dimulai setelah Ha Young muncul di acara varietas KBS 2TV 'Problem Child in House' pada 7 Agustus dan mengatakan dia berasal dari keluarga yang telah menghasilkan dokter selama empat generasi.

Setelah itu terungkap bahwa kakek buyutnya adalah Ahn Sang-ho, seorang dokter selama masa penjajahan Jepang, dan detail aktivitas pro-Jepangnya muncul.

Sisi Ha Young awalnya mengatakan tuduhan itu 'tidak berdasar', yang menuai kritik tajam.

>>> Sidang Richard Lee vs Doktif Panas, Saling Bantah Soal Uang Damai Rp200 M

Dia akhirnya meminta maaf di media sosial pada Rabu, dengan mengatakan, 'Saya meminta maaf karena telah menyebabkan kekecewaan dan luka besar atas hal-hal yang berkaitan dengan kakek buyut saya.'

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot