unique visitors counter
⌂ Beranda News Orang Tua Korban Media Sosial Nilai Sidang Meta sebagai Momen Penting
News

Orang Tua Korban Media Sosial Nilai Sidang Meta sebagai Momen Penting

Orang Tua Korban Media Sosial Nilai Sidang Meta sebagai Momen Penting
Orang Tua Korban Media Sosial Nilai Sidang Meta sebagai Momen Penting
A A Ukuran Teks16px

'Jika kita terus menahan mereka bertanggung jawab, sesuatu harus berubah. Saya tidak ingin berhenti sampai produk mereka aman oleh desain,' katanya.

Fokus pada Klaim Luas

Gugatan ini tidak berfokus pada individu atau kasus tertentu, melainkan klaim luas bahwa Meta membuat keputusan desain Instagram dan Facebook yang membahayakan pengguna muda.

>>> SAPA DISA Masuk 10 Besar Jakarta Innovation Award 2026, Dishub DKI Terus Tingkatkan Layanan

Negara bagian juga mengklaim Meta tahu platformnya berbahaya dan berbohong tentang tingkat bahayanya.

Meta membantah tuduhan tersebut dan mengatakan persidangan akan menunjukkan upaya mereka membuat platform lebih aman. Hasil sidang bisa berdampak signifikan pada keuangan Meta dan cara platformnya dirancang.

Banyak orang tua menantikan dokumen internal Meta yang akan diungkap dalam persidangan.

John DeMay, yang putranya Jordan meninggal karena bunuh diri pada usia 17 setelah menjadi korban sextortion di Instagram, akan mengamati dengan saksama.

'Saat informasi ini terungkap, orang-orang Amerika yang tidak melihat hal ini setiap hari bisa melihatnya dan berkata, 'Ya Tuhan, ini yang sebenarnya terjadi,'' katanya.

Sebagian orang tua yang hadir berasal dari empat negara bagian penggugat: California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey. Mereka berterima kasih kepada jaksa agung masing-masing.

Lori Schott dari Colorado mengatakan Jaksa Agung Phil Weiser telah melihat konten yang memenuhi umpan media sosial putrinya, Annalee, dan membaca jurnalnya setelah kematiannya.

Annalee, yang meninggal pada usia 18, menulis tentang perasaan jelek dan membandingkan dirinya dengan profil media sosial gadis lain.

Dalam pesan kepada Meta, CEO Mark Zuckerberg, dan kepala Instagram Adam Mosseri, Schott berkata, 'Kekuatan tidak menghapus bahaya.

Keuntungan tidak menghapus tanggung jawab Big Tech.

Tidak ada perusahaan, tidak peduli seberapa kaya atau berpengaruh, boleh berdiri di atas kebenaran, hukum, dan anak-anak kita.'

Banyak advokat orang tua tampak optimis pada Selasa.

Erin Popolo, yang putrinya Emily Murillo meninggal karena bunuh diri setelah perundungan siber yang intens, berharap hasil sidang bisa membawa perubahan berarti.

>>> Rizky Ridho Absen di ASEAN Cup 2026, Pengamat Sebut Performa Menurun

'Saya pikir kita akan membuat sejarah di sini,' katanya.

📰 Update Terbaru
stikibot