Sidang gugatan koalisi 29 negara bagian Amerika Serikat terhadap Meta Platforms resmi dimulai di pengadilan federal California, Selasa (19/8).
Gugatan ini menuding Facebook dan Instagram dirancang untuk membuat anak muda kecanduan dan membahayakan kesehatan mental mereka.
>>> 5 HP Murah 1 Jutaan Terbaik 2026: 5G, Layar 120Hz, dan Baterai 6000 mAh
Tuntutan dan Potensi Denda
Empat negara bagian yang memimpin, yaitu Colorado, California, New Jersey, dan Kentucky, akan menyampaikan pernyataan pembukaan di hadapan delapan juri di Oakland.
Juri bertindak sebagai penasihat bagi Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers yang akan memutuskan perkara ini.
Meta disebut menghadapi potensi denda hingga US$1,4 triliun, mendekati kapitalisasi pasarnya yang sekitar US$1,5 triliun.
Namun, jaksa agung belum merinci jumlah pasti yang diminta, tetapi pada sidang pekan lalu menyebut angka mendekati US$200 miliar.
Para jaksa agung juga meminta hakim memerintahkan Meta memberlakukan batasan usia, menghapus fitur gulir tanpa batas, dan perubahan lain secara nasional.
Pembelaan Meta
Meta diperkirakan akan menyampaikan bahwa perusahaan telah berupaya keras menjaga keamanan anak-anak di platformnya.
Perusahaan membantah membuat pernyataan menyesatkan tentang keamanan dan menyebut negara bagian gagal menunjukkan bukti bahaya nyata.
>>> Saat Demo Mahasiswa, Polisi Temukan Pisau dan Golok di Lokasi
Juru bicara Meta menyebut klaim negara bagian tidak berdasar dan mengejar pembayaran yang tidak masuk akal.
Pendiri dan CEO Meta, Mark Zuckerberg, serta kepala Instagram, Adam Mosseri, dijadwalkan menjadi saksi dalam persidangan yang berlangsung beberapa minggu ini.
Latar Belakang Investigasi
Gugatan ini diajukan pada 2023, berawal dari investigasi multinegara bagian terhadap dampak Instagram dan Facebook pada pengguna muda.
Investigasi diumumkan setelah pengungkapan oleh pelapor Meta, Frances Haugen, yang bersaksi di Senat AS pada 2021.
Haugen menyatakan Meta tahu produknya bisa membahayakan pengguna muda, tetapi memilih mengejar keuntungan daripada membuat perubahan.
Negara bagian akan menyajikan dokumen internal Meta, riset, serta kesaksian mantan karyawan dan ahli.
Meta dan perusahaan media sosial lain seperti Snap, ByteDance (TikTok), dan Alphabet (YouTube) menghadapi tekanan meningkat dari pembuat undang-undang dan pengadilan.
>>> HP Baterai 7000 mAh 2026: 5 Rekomendasi dengan Harga Terjangkau
Gugatan ini termasuk dalam ribuan kasus yang diajukan negara bagian, kota, distrik sekolah, dan individu terhadap perusahaan media sosial.
