Meta mendirikan unit bisnis baru bernama Meta Enterprise Platform untuk menjual produk dan layanan kecerdasan buatan kepada pelanggan korporat pada 28 September 2026.
Langkah ini diambil untuk menjaring pendapatan baru di luar sektor iklan, sebagaimana dilansir dari Tekno.
Unit bisnis anyar tersebut disiapkan untuk bersaing langsung dengan pemain utama pasar AI enterprise seperti Microsoft, Google, OpenAI, dan Anthropic.
Ekspansi ini beriringan dengan ambisi perusahaan mengembangkan teknologi superintelligence.
"Kami percaya superintelligence akan menciptakan peluang baru yang besar bagi semua orang dan semua bisnis...
Hari ini kami memulai pilar besar berikutnya dari bisnis kami, Meta Enterprise Platform," kata CEO Meta Mark Zuckerberg dalam pengumuman resminya.
Meta Enterprise Platform menawarkan empat produk utama mencakup Muse Agent, Meta Business Agent, Muse API, dan Muse Code.
Layanan ini dirancang untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan operasional mulai dari otomasi tugas, pelayanan pelanggan melalui pesan instan, hingga bantuan pemrograman komputer.
"Meta Enterprise Platform akan memanfaatkan kekuatan kami yang hanya dimiliki sedikit perusahaan lain, yaitu model canggih, agen terdepan, infrastruktur berskala besar, dan pengalaman bertahun-tahun bekerja erat dengan banyak bisnis," tulis Zuckerberg.
Operasional divisi baru ini dipimpin oleh Chirantan "CJ" Desai sebagai Chief Enterprise Platform Officer yang melapor langsung kepada Mark Zuckerberg.
Mantan CEO MongoDB tersebut menilai rekam jejak Meta bersama jutaan pengiklan menjadi modal kuat untuk masuk ke pasar bisnis skala besar.
"Meta punya peran unik karena menyatukan model-model canggih dan agen terdepan, dengan rekam jejak membantu jutaan pengiklan dan ratusan juta bisnis berkembang," kata Desai.
Kebutuhan diversifikasi bisnis ini mengemuka di tengah ketergantungan Meta pada sektor periklanan.
Dari total pendapatan 200,97 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.617 triliun) pada 2025, kontribusi iklan mencapai 196,18 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.531 triliun).
Di sisi lain, alokasi anggaran belanja modal Meta untuk membangun infrastruktur AI terus melambung tinggi.
Pada kuartal kedua tahun fiskal 2026, belanja modal perusahaan menyentuh 31,08 miliar dollar AS (sekitar Rp 559,4 triliun) dan diproyeksikan mencapai 130 miliar hingga 145 miliar dollar AS sepanjang tahun ini.
Guna meyakinkan klien bisnis, Meta menekankan bahwa sektor keamanan data dan privasi pengguna telah diprioritaskan sejak awal perancangan sistem enterprise.
Perusahaan juga menyiapkan fitur Muse Confidential VM pada akhir 2026 untuk mengisolasi ruang komputasi setiap pelanggan.
"Seperti halnya Muse, keamanan dan privasi sudah ditanamkan dalam produk-produk enterprise Meta sejak awal," kata Desai.
Meta hingga kini belum mempublikasikan rincian struktur harga maupun jadwal ketersediaan resmi Meta Enterprise Platform bagi publik.
"Tujuan kami adalah menjadikan Meta tempat yang didatangi perusahaan untuk memperbesar skala bisnis mereka," ujar Desai.
