Meta dikabarkan meraih valuasi pasar hingga Rp4.191 triliun setelah mengakuisisi Scale AI dan menunjuk Alexandr Wang sebagai Chief AI Officer.
Langkah tersebut menuai hasil konkret dalam persaingan kecerdasan buatan.
Pada pertengahan 2025, Meta menggelontorkan dana USD 14 miliar atau sekitar Rp250 triliun untuk memboyong seluruh karyawan Scale AI beserta CEO Alexandr Wang.
Kesepakatan itu turut memberikan dana USD 5 miliar atau sekitar Rp89,5 triliun kepada Wang.
Investasi besar ini awalnya dinilai tidak masuk akal oleh sejumlah pengamat industri teknologi.
Dampak Kepemimpinan Wang
Investor teknologi Adam Khoo menilai langkah berani tersebut terbukti memberikan hasil konkret bagi arah bisnis Meta.
Ia menyebut produk-produk AI baru Meta yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Wang telah menambah nilai pasar sekitar USD 200 miliar.
Menurut Khoo, fokus utama akuisisi ini terletak pada potensi nilai yang mampu dihadirkan oleh talenta kelas dunia.
Dampak kepemimpinan anyar tersebut terlihat saat acara Meta Connect 2026 pada 23 September lalu.
Meta memperkenalkan perangkat keras berbasis AI berukuran mungil bernama Muse Charm.
Perangkat fisik yang menyerupai mainan Tamagotchi ini dirancang khusus untuk interaksi langsung dengan agen AI Muse.
Aplikasi Muse langsung melesat ke posisi puncak di App Store.
Berdasarkan data Sensor Tower, Muse mengumpulkan 2,8 juta unduhan dalam 12 hari pertama peluncurannya di Amerika Serikat dan Kanada.
Angka itu melampaui pencapaian ChatGPT OpenAI yang mencatat 1,3 juta unduhan pada periode sama.
Muse juga mengukuhkan rekor unduhan harian tertinggi di AS sebanyak 264 ribu unduhan pada 19 September 2026.
