unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Javier Tebas: Kesuksesan Klub Harus Berbasis Manajemen, Bukan Uang
News

Javier Tebas: Kesuksesan Klub Harus Berbasis Manajemen, Bukan Uang

Presiden LaLiga Javier Tebas
Javier Tebas: Kesuksesan Klub Harus Berbasis Manajemen, Bukan Uang
A A Ukuran Teks16px

Presiden LaLiga Javier Tebas memberikan tanggapan tegas setelah panel independen menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan.

Dugaan pelanggaran aturan keberlanjutan dan laporan keuangan oleh klub asal Inggris tersebut tercatat terjadi sepanjang periode 2009 hingga 2023.

Atas keputusan ini, Manchester City terancam sanksi berat mulai dari pengurangan poin, denda, hingga potensi degradasi.

Tebas menilai keputusan panel tersebut menegaskan pentingnya penegakan regulasi keuangan yang adil bagi seluruh klub sepak bola.

"Keberlanjutan ekonomi bukanlah birokrasi. Pengendalian keuangan bukanlah sekadar keinginan sesaat.

Dan berpendapat bahwa klub-klub pada dasarnya harus bersaing dengan sumber daya yang mampu mereka hasilkan juga bukan berarti menentang klub tertentu.

Ini soal mempertahankan sebuah model," kata Tebas.

Tebas menambahkan bahwa kesuksesan sebuah klub sepak bola seharusnya ditentukan oleh manajemen yang baik, bukan semata-mata dukungan finansial yang besar.

"Sebuah model di mana kesuksesan olahraga tidak bergantung pada siapa yang memiliki dukungan finansial paling kuat di belakangnya, melainkan pada siapa yang mengelola dengan lebih baik, menghasilkan lebih banyak sumber daya, membangun tim yang lebih baik, dan mematuhi aturan yang sama seperti yang lain," ujar Tebas.

Ketua LaLiga tersebut mengakui bahwa sikap vokal yang ditunjukkannya selama ini sering memicu kritik dari berbagai pihak.

"Mempertahankan posisi ini telah membuat saya menerima banyak kritik dan tidak sedikit masalah. Namun, saya tetap berpikiran sama persis seperti yang saya sampaikan di Manchester pada tahun 2017.

Ada prinsip-prinsip yang layak diperjuangkan, meskipun harus dibayar dengan harga tertentu. Dan prinsip ini, bagi saya, adalah salah satunya," kata Tebas.

Tebas menyinggung kembali pemicu awal dari pengawasan terhadap transaksi keuangan klub Liga Inggris tersebut.

"Kini, hampir sembilan tahun setelah pernyataan tersebut di Soccerex, sebuah komisi independen Liga Premier telah memutuskan bahwa 114 dari 115 pelanggaran keuangan yang dituduhkan kepada Manchester City terbukti, menurut laporan yang dipublikasikan," ujar Tebas.

Proses hukum terkait sanksi final bagi Manchester City dipastikan masih akan berlanjut ke tahap berikutnya.

"Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Sanksi yang akan dijatuhkan masih belum diketahui, dan prosesnya belum selesai.

Namun, apa yang terjadi sekali lagi menunjukkan mengapa pengendalian ekonomi, transparansi, dan aturan yang setara bagi semua pihak sangat penting untuk melindungi integritas dan keberlanjutan sepakbola.

Kami akan terus memperjuangkan prinsip-prinsip tersebut. Sama seperti pada tahun 2017," tegas Tebas.

Di sisi lain, pihak Manchester City telah melayangkan bantahan resmi dan menyatakan kesiapan mereka untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan guna membuktikan ketidakbersalahan klub.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru