Pendiri Microsoft Bill Gates melontarkan pujian yang jarang ia berikan kepada pesaingnya. Dalam siniar Decoder milik The Verge bersama Nilay Patel, Gates menyebut Muse, agen kecerdasan buatan personal besutan Meta, sebagai produk AI konsumen hebat pertama.
Pujian itu tidak berhenti di ruang siniar. Gates mengaku menghubungi langsung Alexandr Wang, kepala AI Meta, untuk menyampaikan ucapan selamat atas kehadiran Muse. Penilaian tersebut menandai babak baru persaingan AI: bukan lagi sekadar chatbot yang menjawab pertanyaan, melainkan agen yang menyelesaikan pekerjaan nyata untuk penggunanya.
Muse diluncurkan Meta pada 8 September dengan model Muse Spark. Agen ini bisa memesan perjalanan, mengisi formulir, berbelanja, hingga mengelola email, dan dapat diakses melalui aplikasi maupun WhatsApp. Dalam laporan keuangan kuartal ketiga, Mark Zuckerberg menyebut lebih dari 10 juta orang telah mencoba Muse, dengan sekitar seperempatnya kembali menggunakannya setiap hari. Tugas yang paling sering dijalankan ternyata adalah belanja. Meski begitu, layanan ini baru tersedia di Amerika Serikat dan Kanada.
Pengaman Berlapis dan Satu Insiden
Dari sisi keamanan, Meta menyatakan setiap agen Muse berjalan di komputer cloud khusus, dan terdapat agen pengawas bernama Sentinel yang menyetujui tindakan sebelum terhubung ke internet. Namun pengaman itu bukan tanpa celah: pernah terjadi insiden ketika Muse membagikan alamat seorang pengguna kepada penjual di Facebook Marketplace tanpa izin.
AI sebagai Senjata Paling Berbahaya
Dalam wawancara yang sama, Gates menyampaikan sisi lain pandangannya. Ia menyebut AI sebagai senjata paling berbahaya sepanjang masa dan mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi sekitar dua dekade perubahan besar. Ia juga mengkritik model AI open-weight berkemampuan tinggi yang bobotnya bisa diakses dan diubah pihak lain.
Sementara itu, Meta merilis Muse Spark Open dengan 816 miliar parameter. Wang mengklaimnya sebagai model paling mampu, dan Meta menyatakan telah menyematkan pengamanan yang kuat — keduanya merupakan klaim perusahaan. Pada akhirnya, keberhasilan agen AI personal seperti Muse akan ditentukan bukan hanya oleh jumlah pengguna, tetapi juga kemampuannya menyelesaikan tugas tanpa mengorbankan keamanan dan kendali pengguna.
