Sunarti Adian (24), perantau asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Batam, Selasa, 27 Oktober 2026. Hingga kini polisi masih mendalami penyebab kematian korban dan belum menarik kesimpulan apa pun.
Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Abdullah Rasyd dan Nurbaya Hamid, asal Desa Bokasape, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Ia bekerja di PT Infineon kawasan Muka Kuning dan tinggal seorang diri di kamar kos di Perumahan Puri Agung 4, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, sejak Mei 2026.
Kronologi Penemuan
Pagi itu sekitar pukul 09.00 WIB, pemilik kos, Asnel, mencium bau tak sedap di sekitar rumahnya dan meminta sang suami, Afrizal, mencari sumbernya. Setelah memeriksa beberapa bagian rumah, Afrizal melihat banyak lalat di depan salah satu kamar kos, lalu mengintip melalui celah bawah pintu dan mendapati bercak darah di lantai.
Asnel mengetuk pintu tanpa jawaban, kemudian membukanya dengan kunci cadangan. Dari dalam tercium bau menyengat dan jenazah korban ditemukan tertutup kain. Pasangan pemilik kos itu tidak berani memeriksa lebih jauh, lalu meminta bantuan warga dan melapor kepada pengurus RT setempat, yang meneruskan laporan ke polisi. Petugas Polsek Sungai Beduk bersama Tim Inafis Polresta Barelang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara.
Keterangan Polisi: Masih Didalami
Kapolsek Sungai Beduk Iptu Ady Satrio Gustian membenarkan adanya luka tusuk pada tubuh korban. Namun ia menegaskan jumlah luka dan penyebab kematian belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari rumah sakit. Pemeriksaan awal juga menemukan luka pada bagian kepala dan beberapa bagian tubuh, serta temuan lain yang masih didalami penyidik.
Sementara itu, beredar informasi dari Ketua RT 04/RW 21 setempat, Wulandari, yang menyebut korban mengalami 21 luka tusuk dan memar di kepala. Informasi tersebut diterima setelah jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri, tetapi ditegaskan belum dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian.
Polisi juga belum menyimpulkan apakah peristiwa ini merupakan pembunuhan atau perampokan. Sebuah iPhone milik korban tidak ditemukan di lokasi dan nomornya tidak lagi aktif, namun keterkaitan hal itu dengan kematian korban belum dikonfirmasi polisi.
Dikenal Jarang Menerima Tamu
Menurut pemilik kos, selama sekitar lima bulan tinggal di sana korban jarang menerima tamu, berangkat bekerja pada pagi hari dan pulang sore, serta sesekali menghubunginya lewat WhatsApp untuk meminta bagian depan kamarnya disapu. Rekan sesama perantau asal Ende, Eusebius Sara, menyampaikan harapan agar polisi dapat segera mengungkap penyebab kematian korban secara tuntas.