PT PP (Persero) Tbk menunjuk Black & Veatch untuk menyediakan layanan desain teknik terperinci bagi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam Bintan 1 berkapasitas 120 megawatt di Pulau Batam, Kepulauan Riau.
Proyek ini dimiliki oleh PT PLN Batam, anak perusahaan PT PLN, yang bertujuan memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan menopang pertumbuhan kebutuhan energi di Batam, pusat industri strategis dan Kawasan Perdagangan Bebas.
Penunjukan Black & Veatch mencakup manajemen rekayasa, pengembangan desain, dan penyusunan dokumentasi teknis untuk mendukung pelaksanaan proyek.
Ruang lingkup meliputi desain mekanikal, elektrikal, instrumentasi, serta penyusunan kriteria desain, spesifikasi teknis, dan gambar teknik.
Selain itu, perusahaan akan mengerjakan diagram perpipaan dan instrumentasi, deskripsi sistem, filosofi distribusi listrik, diagram logika kontrol, dan perhitungan kapasitas peralatan.
Senior Vice President Black & Veatch Jerin Raj mengatakan, "Indonesia membutuhkan infrastruktur yang semakin andal dan tangguh untuk menopang pertumbuhan dan kesejahteraannya, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan ketahanan energi."
Menurut Jerin, penunjukan ini mencerminkan kepercayaan klien terhadap keahlian rekayasa Black & Veatch yang memiliki pengalaman puluhan tahun dalam proyek energi di Indonesia dan Asia Pasifik.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam Rudi Antono menyambut baik keterlibatan Black & Veatch dalam proyek ini.
"Kehadiran mitra dengan pengalaman dan kompetensi global menjadi bagian penting dalam memastikan proyek ini dapat dikembangkan dengan standar teknis, kualitas, keselamatan, dan keandalan yang tinggi," ujar Rudi.
Rudi menambahkan, PLTGU Batam Bintan 1 merupakan proyek strategis untuk memperkuat sistem kelistrikan seiring pertumbuhan kebutuhan energi di wilayah Batam yang didukung oleh perkembangan sektor industri, investasi, dan ekosistem digital.
Batam dinilai sebagai wilayah strategis untuk pertumbuhan industri dan ekonomi digital Indonesia dengan kebutuhan pasokan energi yang terus berkembang, didukung oleh letaknya yang dekat dengan Singapura serta aktivitas manufaktur dan logistik.
PLTGU Batam Bintan 1 diharapkan menambah kapasitas pembangkitan sekaligus memperkuat ketahanan energi di wilayah tersebut, mendukung investasi dan ekspansi industri serta ekosistem digital di Batam.
Black & Veatch menyatakan penunjukan ini menambah rekam jejak perusahaan dalam proyek energi di Indonesia yang telah dimulai sejak 1972 melalui layanan rekayasa, manajemen konstruksi, dan pelatihan tenaga kerja.
Total kapasitas pembangkitan yang didukung mencapai 20 gigawatt.
Proyek ini juga merupakan bagian dari perkembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas di Asia Pasifik, dengan pembangkit siklus gabungan yang berperan dalam mendukung bauran energi Indonesia di masa transisi energi.
Pengumuman penunjukan dilakukan menjelang Enlit Asia 2026 di Jakarta, yang mempertemukan pelaku industri membahas isu ketahanan energi, pembangkitan energi bersih dan termal, serta investasi infrastruktur energi.
