Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian penting dalam operasional bisnis di Asia Pasifik. Meta melihat teknologi ini tidak lagi sekadar diuji, tetapi sudah dipakai untuk membangun sistem.
Vice President Asia Pacific Meta, Benjamin Joe, mengatakan perubahan terlihat dari cara klien menggunakan AI. "Mereka tidak lagi bereksperimen.
>>> YouTube Ubah Cara Hitung Views: Langsung Dihitung Saat Video Diputar
Mereka tengah membangun sistem," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/8/2026).
Pelaku usaha memanfaatkan AI untuk membuat iklan dan konten, menentukan target konsumen, hingga layanan pelanggan.
Sekitar 9 juta usaha kecil telah menggunakan setidaknya satu fitur kreatif berbasis AI generatif Meta.
Media Sosial Jadi Tempat Belanja
Perilaku konsumen di Asia Pasifik juga berubah. Media sosial semakin berperan sebagai tempat menemukan sekaligus membeli produk.
Studi Meta dan Ipsos menunjukkan 50 persen konsumen Asia Pasifik berbelanja melalui media sosial. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata global yang mencapai 37 persen.
>>> Daftar HP Samsung yang Sudah Terima Patch Keamanan Agustus 2026
Sebanyak 80 persen konsumen di kawasan ini menonton livestream setiap pekan. Perjalanan konsumen bisa dimulai dari video, lalu rekomendasi kreator, dan berujung pada pembelian.
"Kami tidak sekadar membangun koleksi produk. Kami membangun ekosistem yang bisa membantu pengguna menemukan produk dan layanan dalam keseharian mereka," kata Joe.
Kreator Makin Dekat dengan Transaksi
Kreator memegang peran penting dalam ekosistem ini. Rekomendasi mereka menjadi salah satu faktor yang dipercaya konsumen Asia Pasifik.
Meta mencatat lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun Facebook dengan program afiliasi dalam setahun terakhir.
>>> Casio Rilis Dua Jam Tangan Retro ABL100WE dengan Pelacak Langkah di AS
Melalui afiliasi, kreator bisa mendapat komisi saat produk yang direkomendasikan laku.

