Capella Hotels and Resorts asal Singapura dijadwalkan buka di Seocho pada 2028.
Menurut firma jasa real estat Cushman & Wakefield Korea, masuknya merek mewah ini diperkirakan mendorong tarif kamar rata-rata harian di semua kelas hotel di kota tersebut.
Saat hotel bintang lima meningkatkan standar dan harga, properti bintang empat juga diperkirakan menaikkan tarif.
Tingkat okupansi hotel rata-rata Seoul mencapai 79,2 persen tahun lalu. Pendapatan per kamar tersedia sekitar 207.300 won (Rp2,4 juta), naik 67 persen dibanding 2019.
Pasokan kamar hotel tidak mengimbangi permintaan yang meningkat.
Seoul menambah puluhan ribu kamar pada 2010-an, tetapi banyak hotel kecil dan independen tutup atau berubah menjadi kantor selama pandemi.
Pasokan kamar baru tahunan rata-rata sekitar 1.000 kamar sejak 2023, hanya seperempat dari tingkat ekspansi dekade sebelumnya.
Seorang pejabat hotel mewah di Seoul menekankan kekurangan pasokan terjadi di properti mewah dan hotel bisnis. "Pasokan hotel berkualitas tidak mengimbangi permintaan perjalanan yang tumbuh ke Korea," katanya.
Persaingan akan semakin ketat seiring lebih banyak merek mewah asing masuk pasar.
Aktivitas investasi hotel melonjak didorong permintaan konsumen yang kuat.
Transaksi hotel di Seoul mencapai sekitar 2,1 triliun won tahun lalu, dengan dana investasi asing aktif membeli aset bintang empat.
Suki Kim, kepala riset Cushman & Wakefield Korea, mengatakan fokus pasar jelas bergeser ke perhotelan kelas atas.
"Seiring merek ultra-mewah masuk Seoul, batas tarif kamar di seluruh kota akan terus naik," ujarnya.
>>> Bakery Legendaris Sungsimdang Jadi Destinasi Wisata Teratas di Korea
Efisiensi operasional melalui teknologi digital dan penetapan harga dinamis akan menjadi faktor kunci kesuksesan hotel.
