Busan, Korea Selatan – Irama genderang kayu bergema di sepanjang Sungai Suyeong pada Kamis (20/8) saat ratusan pendayung memulai lomba perahu naga internasional.
Acara ini menandai dibukanya Korea Open Busan International Dragon Boat Race ke-14 sekaligus Busan Mayor’s Cup Dragon Boat Race ke-17.
>>> Jalan Malam Gratis di Tepi Han River, Seoul Ajak Warga Nikmati Langit Berbintang
Kedua regatta berlangsung lima hari hingga 24 Agustus di APEC Naru Park, diikuti sekitar 850 atlet elit dan klub dari berbagai negara serta Korea.
Diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Metropolitan Busan dan Sea Scouts of Korea Busan Council, acara ini bertujuan menampilkan potensi akuatik kota serta memperkuat posisi Busan sebagai destinasi ekowisata dan olahraga laut internasional.
Pembukaan Seremonial dan Peserta
Balapan resmi dimulai Jumat pagi setelah upacara pembukaan yang menampilkan ritual tradisional 'Dotting the Dragon's Eye'.
Ritual ini mengisi mata naga pada haluan perahu untuk membangkitkan semangat dan mendoakan keselamatan para pendayung.
Sebanyak 19 tim internasional dengan sekitar 500 atlet dari 11 negara dan teritori turut serta, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Qatar, Guam, Malaysia, dan Filipina.
Mereka akan berlomba dalam kategori perahu 12 dan 22 pendayung untuk sprint 200 dan 300 meter, dibagi dalam divisi terbuka, wanita, dan campuran.
Sementara itu, Busan Mayor’s Cup diikuti 350 anggota klub domestik yang berkompetisi dalam perahu 12 pendayung untuk jarak 300 meter, dengan divisi umum campuran dan pemuda.
>>> Seoul Ubah DDP Jadi Kanvas Digital Raksasa di Seoul Light DDP 2026
Tradisi dan Dampak Ekonomi
Olahraga dayung naga modern telah berkembang pesat sejak menjadi cabang resmi Asian Games 2010, namun akarnya sudah ada sejak lebih dari dua ribu tahun lalu dalam tradisi perahu kuno Tiongkok.

