Kontras antara pembunuh berdarah dingin dan ibu sehari-hari menjadi daya tarik utama," ujarnya.
Ia menambahkan, "Ini seperti versi perempuan dari saga aksi seperti 'Agent Kim Reactivated'. Penonton mendapatkan kepuasan melalui ibu biasa yang dengan santai melenyapkan penjahat yang lolos dari hukum."
Yun Suk-jin, profesor bahasa dan sastra Korea di Universitas Nasional Chungnam, melihat ini sebagai evolusi televisi Korea.
"Tokoh utama perempuan telah bergerak dari sosok pasif menjadi mandiri yang berjuang untuk bertahan hidup. Kini, mereka tampil di ruang publik untuk membela keluarga dan masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, "Baik di 'Flex X Cop 2' maupun 'A Bona Fide Killer', perempuan secara langsung menghadapi kejahatan yang menghancurkan rumah dan mengancam stabilitas sosial.
>>> Lee Young-ae Peringati 23 Tahun Kedekatan dengan Mentor Kuliner Istana
Daya tariknya melampaui gender atau demografi penonton."
