Peringatan dini banjir rob pesisir Jakarta yang dikeluarkan BMKG untuk 21–26 Agustus 2026 disambut dingin warga Muara Angke, Jakarta Utara.
Bagi mereka, genangan akibat pasang air laut sudah menjadi pemandangan biasa.
>>> Iran Siap Hadapi Sanksi Tidak Adil di Tengah Tekanan Ekonomi AS
Arif (37), warga Muara Angke, mengaku tidak kaget dengan peringatan tersebut.
"Kalau peringatan rob seperti ini sebenarnya kami sudah tidak kaget. Hampir setiap air laut pasang, di sini memang sering banjir," ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Namun, ia menyoroti bahaya di balik kepasrahan warga.
Menurut Arif, kondisi masyarakat yang terbiasa bertahan di tengah banjir jangan dijadikan alasan Pemprov DKI untuk bersikap normatif.
>>> Dua Mantan Pengurus Aliansi Hong Kong Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Keamanan Nasional
Ia mendesak pemerintah hadir nyata melalui penanganan sistematis, mulai dari mitigasi pencegahan, kesiapsiagaan bencana, hingga pembenahan infrastruktur pesisir permanen.
"Walaupun warga sudah pasrah karena memang sudah sering mengalami, pemerintah jangan ikut diam. Harus tetap hadir, memberikan langkah antisipasi dan perhatian lebih kepada masyarakat pesisir," tegas Arif.
Warga berharap Pemprov DKI tidak hanya reaktif saat banjir sudah menggenangi pemukiman, melainkan fokus pada solusi jangka panjang.
Aktivitas Masyarakat Terdampak
Plt.
>>> Jejak Sejarah RM Margono, Kakek Prabowo yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional oleh Pemprov Jateng
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, menjelaskan fenomena ini didorong fase Bulan Purnama yang puncaknya diperkirakan 28 Agustus 2026.

