Duka Mendalam: Warisan Budaya dan Mata Pencaharian Hangus Seketika
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (23/8/2026), data awal menyebutkan bahwa sekitar 250 unit rumah di Desa Adat Sade telah hangus terbakar. Angka ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring dengan proses pendataan ulang yang dilakukan oleh tim gabungan di lokasi pascakebakaran.
Kerugian yang diderita warga tidak hanya berupa tempat berteduh. Barang-barang berharga, dokumen penting, dan yang paling menyayat hati, aset ekonomi berupa kain tenun khas Sade serta berbagai kerajinan tangan, ikut musnah dilalap api. Kain tenun ini merupakan sumber pendapatan utama warga yang biasanya dijual kepada para wisatawan yang berkunjung.
Tohirman Hayanto, seorang warga Desa Sade yang menjadi saksi mata sekaligus korban, menuturkan kepiluan yang sulit terbayangkan. "Kondisi Kampung Sasak Sade yang kita cintai malam ini sudah tidak ada satu rumah pun yang tersisa. Tidak ada satu barang pun yang bisa kami selamatkan karena api bergerak begitu cepatnya," ucapnya dengan nada suara bergetar, menggambarkan betapa tidak berdayanya warga menghadapi amukan api tersebut.
Ia menambahkan, "Sekitar 250 rumah sudah habis ludes. Barang pun enggak ada yang bisa diselamatkan karena bahannya dari bambu dan ilalang. Makanya, api begitu cepat melalap semua rumah dalam waktu yang sangat singkat."
Gotong Royong di Tengah Keterbatasan dan Misteri Penyebab Kebakaran
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dikonfirmasi. Tim kepolisian dan forensik kebakaran diduga akan segera turun tangan untuk menyelidiki asal-usul api, apakah disebabkan oleh korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor alam lainnya. Investigasi ini menjadi krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
Di tengah situasi yang mencekam, semangat gotong royong masyarakat Lombok Tengah justru semakin terlihat. Warga dari desa-desa tetangga berdatangan membawa peralatan seadanya, makanan, dan minuman untuk mendukung proses evakuasi dan pemadaman. Solidaritas ini menjadi titik terang di tengah kegelapan yang menyelimuti Desa Sade.
