unique visitors counter
⌂ Beranda News Teks Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Menyemai Cinta dan Teladan Rasulullah di Bulan Rabiul Awal 1448 H
News

Teks Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Menyemai Cinta dan Teladan Rasulullah di Bulan Rabiul Awal 1448 H

Teks Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Menyemai Cinta dan Teladan Rasulullah di Bulan Rabiul Awal 1448 H
Menag: Masjid Istiqlal Jadi Masjid Pertama yang Masuk BEI
A A Ukuran Teks16px

“Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.” (QS. Al-A'raf: 199)

 
Dalam konteks kehidupan modern yang penuh dengan gesekan di media sosial dan lingkungan sekitar, kisah ini menjadi pengingat yang menohok. Bahwa memaafkan adalah jalan menuju ketenangan jiwa dan kemuliaan di sisi Allah.
 

Keutamaan Shalawat: Ibadah yang Pasti Diteriba Allah SWT

Sebagai wujud nyata cinta kepada Nabi, khutbah ini juga menekankan pada amalan memperbanyak shalawat. Dalam tradisi keilmuan Islam, shalawat memiliki kedudukan yang sangat istimewa.
 
Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, dalam kitabnya yang masyhur, Kifayatul Atqiya (halaman 48), menegaskan sebuah konsep yang menenangkan hati:
 

“Semua amal ibadah berpotensi diterima dan ditolak oleh Allah, kecuali shalawat kepada Nabi SAW. Karena ibadah shalawat dipastikan penerimaannya sebagai bentuk penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW. Ijma’ (kesepakatan) para ulama menghikayatkan masalah ini.”

 
Bayangkan ketenangan yang dirasakan seorang hamba ketika mengetahui bahwa ada satu amalan yang pintu penerimaannya dibuka seluas-luasnya oleh Sang Pencipta, semata-mata karena kecintaan-Nya kepada Rasulullah.
 
Selain itu, janji balasan berlipat ganda juga telah disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Muslim:
 

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

 
Maka, memperbanyak shalawat di bulan Rabiul Awal bukan hanya simbol perayaan, melainkan investasi spiritual yang pasti membuahkan hasil.
 

 

Teks Lengkap Khutbah Jumat 28 Agustus 2026 (Tema Maulid Nabi)

Berikut adalah teks khutbah yang dapat digunakan oleh para khatib, disusun dengan struktur yang runtut, dalil yang kuat, dan terjemahan yang mudah dipahami oleh jemaah.
 

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ
اَللّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِه وِأَصْحَابِه وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلى يَوْمِ الدّيْن وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ
 
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
 
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ....
Marilah senantiasa berupaya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata'ala. Mari kita tunaikan segala kewajiban dan tinggalkan segala larangan-Nya. Semoga kita menjadi pribadi yang senantiasa dirahmati Allah dan tergolong sebagai hamba yang beriman. Semoga selama hidup hingga akhir hayat, Allah tetapkan nikmat iman dan Islam kepada kita semua, senantiasa. Aamiin.
 
Hadirin salat Jumat yang dirahmati Allah ....
Saat ini kita telah menyambut bulan baru, bulan kelahiran junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita akan memperingati Maulid Nabi yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1448 H atau hari Selasa, 25 Agustus 2026.
 
Bulan Rabiul Awal merupakan bulan mulia, bulan lahirnya sosok suri tauladan bagi manusia. Nabi Muhammad SAW diutus ke bumi sebagai seorang nabi dan rasul untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Anbiya ayat 107:
 
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ۝١٠٧
(wa mâ arsalnâka illâ raḫmatal lil-‘âlamîn)
Artinya: "Dan Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam."
 
Kasih sayang yang ditebarkan Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ucapan manis, melainkan terwujud dalam laku hidup keseharian beliau. Kasih sayang ini tidak hanya ditujukan kepada manusia, baik kaum mukmin maupun musyrik, tetapi juga kepada seluruh makhluk ciptaan Allah.
 
*Hadirin salat Jumat yang berbahagia …. *
Mari kita mengingat kembali sebuah peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW terlibat dalam Perang Uhud bersama kaum muslimin. Dalam perang itu, paman Nabi yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalib, ikut berperang dan terbunuh oleh Wahsyi. Melihat itu, Rasulullah SAW sangat sedih, sakit hati, dan marah. Namun, ketika suatu hari Wahsyi menyatakan diri di hadapannya untuk masuk Islam, Nabi pun memaafkan. Sifat pemaaf inilah yang kemudian bisa kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, sesuai firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 199:
 
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ ۝١٩٩
(khudzil-‘afwa wa'mur bil-‘urfi wa a‘ridl ‘anil-jâhilîn)
Artinya: "Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh."
 
*Hadirin salat Jumat rahimakumullah …. *
Sebagai umatnya, kita senantiasa bersyukur atas kehadiran Nabi Muhammad SAW. Bentuk ibadah yang bisa diamalkan dalam rangka Maulid Nabi adalah membaca Al-Qur'an, berzikir, mempelajari sejarah perjalanan hidup Nabi, dan selalu berselawat. Selawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan ibadah yang pasti akan diterima oleh Allah, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Kifayatul Atqiya dan hadis riwayat Muslim yang menjanjikan balasan sepuluh kali lipat dari Allah SWT.
 
*Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah Ta'ala …. *
Semoga kita menjadi pribadi yang dimampukan untuk meneladani sifat-sifat Nabi kita, Rasulullah Muhammad SAW. Kelak, di hari akhir, semoga kita berkesempatan mendapat syafaat darinya. Aamiin.
 
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ،
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
 

📰 Update Terbaru