unique visitors counter
⌂ Beranda News Viral Isu Botok Pati Ditangkap Polisi, Polda Metro Jaya Buka Suara: Ternyata Cuma Numpang Mobil!
News

Viral Isu Botok Pati Ditangkap Polisi, Polda Metro Jaya Buka Suara: Ternyata Cuma Numpang Mobil!

Viral Isu Botok Pati Ditangkap Polisi, Polda Metro Jaya Buka Suara: Ternyata Cuma Numpang Mobil!
Botok • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Mendengar penjelasan bahwa kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan, polisi menyarankan agar penyelenggara tetap mengurus surat izin ke Polda Metro Jaya. Botok pun menyanggupi saran tersebut. Namun, di sinilah letak kesalahpahaman yang memicu rumor penangkapan.
 
Saat hendak beranjak dari area DPR/MPR RI menuju Polda Metro Jaya, Botok dan timnya terkendala masalah transportasi. Bus yang mereka gunakan dikabarkan mengalami kerusakan. Tanpa banyak pikir panjang, Botok meminta bantuan kepada personel kepolisian yang sedang standby di lokasi untuk mengantar mereka ke Polda.
 
Massa yang melihat tokoh mereka masuk ke dalam kendaraan dinas kepolisian langsung panik. Mereka mengira Botok sedang diamankan atau ditangkap paksa.
 
"Yang bersangkutan telah menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Polda Metro Jaya adalah untuk mengurus izin kegiatan. Namun, karena situasi di lokasi semakin ramai dan massa mulai resah, keberangkatan tersebut akhirnya dibatalkan," jelas Budi.
 

Tim Hukum AMPB Angkat Bicara

Senada dengan keterangan polisi, Tim Hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Vander, turut mengonfirmasi bahwa isu penangkapan tersebut adalah hoaks. Vander menjelaskan bahwa kepergian Botok naik mobil polisi murni karena darurat logistik.
 
"Bukan, bukan, bukan penjemputan paksa. Jadi kita rencana untuk mengantar surat pemberitahuan kegiatan ke Polda. Cuma karena antusias masyarakat yang sangat khawatir dengan teman-teman AMPB di Jakarta, sehingga kita bersikap untuk menunda dulu," jelas Vander.
 
Vander menceritakan kronologi dari sudut pandang massa. Ia mengakui bahwa keputusan menunda kepergian ke Polda adalah langkah taktis untuk mencegah kepanikan di tengah massa yang sedang membara.
 
"Jadi kita tadi kan nggak ada kendaraan, bus kita kan rusak. Jadi kita sebenarnya minta tolong (tumpangan) ke polisi. Nah, karena mereka bersedia, tapi kan masyarakat ini banyak yang antusias, dan kita susah menjelaskan satu-satu ke ribuan orang. Akhirnya ya kita ambil sikap, kita tunda dulu sementara untuk mengantarkannya," pungkas Vander.

📰 Update Terbaru