Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi, yang mendampingi kepala angkatan darat Asim Munir ke Teheran, mengatakan presiden Iran secara terbuka berbagi perspektif pemerintahannya.
Mereka melakukan pertukaran yang sangat konstruktif mengenai masalah yang ada.
Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi permintaan komentar. Iran juga belum berkomentar tentang pembicaraan terbaru dengan Pakistan.
>>> Kronologi Uang Rp1,28 Miliar Raib dari Akun TikTok Vilmei
Sebelum sanksi diumumkan, Iran mengancam akan merespons secara militer dan mengurangi ekspor minyak dari Teluk sebagai balasan atas tindakan ekonomi AS.
Harga minyak stabil pada Selasa setelah turun lebih dari 2 dolar per barel sehari sebelumnya.
Hanya dua kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Senin, jumlah harian terendah sejak awal Mei.
Sebelum konflik, selat itu membawa sekitar seperlima aliran minyak mentah dan gas alam cair global.
Hampir enam bulan telah berlalu sejak AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran. Ribuan orang tewas, sebagian besar di Iran dan Lebanon.
Meskipun perang telah melemahkan kapasitas militer konvensional Iran dan menimbulkan penderitaan ekonomi, Iran masih memiliki kemampuan rudal dan drone untuk menyerang negara tetangga Teluk dan mengancam kapal tanker di Selat Hormuz.
Program nuklir Iran, yang ingin dihancurkan AS dan Israel, masih belum diketahui secara pasti.
Bessent sebelumnya meminta kerja sama China, pembeli minyak Iran terbesar selama beberapa tahun. Blokade pelabuhan Iran yang diperbarui pada pertengahan Juli telah memangkas aliran minyak Iran ke China.
Para ahli mengatakan Washington khawatir akan balasan China jika sanksi dijatuhkan pada bank-banknya, menjelang pembicaraan yang diharapkan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping bulan depan.
Pembatasan ekspor mineral kritis China sangat sensitif.
Ketika ditanya tentang bank-bank China pada Senin, Bessent menegaskan bahwa tidak ada yang berada di luar jangkauan sanksi AS.
>>> Panduan Lengkap Membuat Video My 2026 Journey dari Google Maps Timeline
Kementerian Luar Negeri China mengatakan sanksi dan taktik tekanan tidak membantu, dan Beijing akan melakukan yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya.