Pansori performer Lee Jaram akan kembali ke Seoul pada Oktober dengan pertunjukan "Snow, Snow, Snow," reinterpretasi kontemporer dari karya Leo Tolstoy berjudul "Master and Man."
Kepulangan ini menyusul kesuksesan pertunjukan yang terjual habis dan mendapat standing ovation di Festival d'Avignon, Prancis, pada Juli lalu.
>>> Penari Balet Mariinsky Maria Khoreva: Balet Lebih Seru daripada Drakor
Pertunjukan dua malam akan digelar pada 23 dan 24 Oktober di LG Signature Hall, LG Arts Center Seoul, di kawasan Magok, barat daya Seoul.
Ini akan menjadi pertunjukan skala besar pertama di Seoul, setelah premiere pada 2025 di panggung yang lebih kecil di pusat seni tersebut.
Kisah dan Adaptasi
Ditulis, dikomposisi, dan dibawakan oleh Lee, "Snow, Snow, Snow" mengikuti Vasili, seorang pedagang yang tersesat dalam badai salju saat mengejar kesepakatan hutan yang menguntungkan bersama pelayannya, Nikita.
Lee mengubah cerita pendek Tolstoy tahun 1895 menjadi epik pansori satu orang, berpindah-pindah antara pedagang, pelayan, kuda, anjing, narator, dan badai salju itu sendiri dengan kipas, suara, dan iringan perkusi dari gosu (penabuh drum), Lee Jun-hyoung.
Di Prancis, empat pertunjukan dari 17 hingga 22 Juli terjual habis, dengan orang-orang dilaporkan mengantre di luar untuk mendapatkan tiket yang dikembalikan dan bergabung dalam pertunjukan.
Penonton mengiringi pertunjukan dengan memberikan "chuimsae," serangkaian seruan penonton yang tradisional dalam pansori, serta menciptakan suara badai salju.
Respons Kritikus dan Pengalaman di Avignon
Kritikus Prancis merespons dengan antusiasme yang tidak biasa terhadap produksi berbahasa Korea ini, yang disajikan dengan subtitle Prancis dan Inggris.
Le Monde menyebut Lee sebagai "kehadiran membara dari pansori," sementara Liberation menulis bahwa dia "menangkap seluruh penonton dengan satu pandangan."