"Pada titik tertentu, ada saatnya Anda perlu mengosongkan daripada mengisi," katanya.
Kim juga meyakini pengalaman belajar sastra Inggris di Harvard akan memengaruhi musiknya suatu hari nanti. "Sastra dan musik memiliki kesamaan dalam bercerita," ujarnya.
Ia tidak berharap sastra langsung terlihat dalam permainannya sekarang.
"Saya pikir itu akan muncul perlahan setelah dicerna dan diserap selama 10 atau 20 tahun ke depan," jelasnya.
Saat mempelajari etudes, Kim bahkan menulis haiku untuk masing-masing. Namun kini ia tidak lagi membacanya karena ingin bermain lebih bebas.
Pendekatan ini juga terkait dengan kutipan Albert Einstein yang ia temui saat pelajaran: "Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan."
Kim mengaku selalu mencoba memahami dan menganalisis segalanya, tetapi tujuan akhir seorang seniman adalah kebebasan.
Untuk merayakan perilisan album debutnya, Kim akan menggelar resital di Lotte Concert Hall, Seoul, pada 6 September. Programnya mencakup 12 Études Op.
25, Barcarolle Op. 60, dan Sonata Piano No. 18 karya Schubert.
Kim berharap pendengar albumnya dapat berimajinasi dan menikmati musik dengan bebas.
>>> Seoul Cari Startup untuk Promosikan Temple Stay dan Pengobatan Tradisional ke Turis Global
Ia ingin terus belajar dan tumbuh dengan rasa melayani musik, serta tampil dengan cara yang memungkinkan komposer terlihat, bukan penampilnya.