Penyebab kematian legenda musik country Dolly Parton akhirnya terungkap. Ia meninggal dunia pada usia 80 tahun, Selasa (25/8).
Perwakilan resmi mengonfirmasi bahwa pelantun 'Jolene' tersebut mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker dalam waktu singkat.
>>> Kabar Baik Penggemar: Sutradara Pastikan National Treasure 3 Akan Terwujud
Dolly Parton sempat dilarikan ke Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville sejak Jumat (21/8). Ia menjalani perawatan intensif di sana.
Ia bertahan selama empat hari di rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia. Selain kanker, Parton juga menghadapi komplikasi ginjal dan gangguan autoimun.
Pernyataan Resmi dan Kabar Duka
"Dolly Parton yang kita cintai menghabiskan hidup dan kariernya untuk membawa kegembiraan, tawa, harapan, dan integritas dalam setiap hal yang ia sentuh," demikian pernyataan manajemen Parton.
"Setelah dengan berani menghadapi perjuangan singkat melawan kanker, Dolly meninggalkan kehidupan duniawi hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center dengan dikelilingi oleh orang-orang tercinta."
Kabar duka pertama kali dikonfirmasi keponakan Parton, Bryan Seaver, lewat unggahan video di Instagram. Bryan telah bekerja sebagai kepala pengawal pribadi Parton selama lebih dari dua dekade.
Bryan mengaku mengemban amanat khusus dari sang bibi untuk mengabarkan kepergiannya. "Pengumuman video ini adalah sesuatu yang diminta Dolly dari saya bertahun-tahun lalu," ujarnya.
>>> Dolly Parton Tutup Usia di 80 Tahun, Kenangan Sang Legenda Country
Ia menyebut tugas ini sebagai kehormatan yang dibalut duka mendalam. Namun, ia meyakini sang bibi kini telah tenang menyusul mendiang suaminya, Carl Dean.
Beberapa hari sebelum meninggal, Parton sempat menyapa publik dan mengakui penurunan kondisi fisiknya. Ia menyebut kesehatannya sempat terabaikan karena fokus merawat Carl Dean yang wafat pada Maret 2025.
"Seperti yang pernah saya bagikan lewat pesan video sepanjang tahun lalu, saya memang sedang menghadapi beberapa masalah kesehatan yang sempat tidak saya hiraukan saat menjaga Carl," kata Parton dalam wawancara terakhirnya.
Kepergian Dolly Parton menutup perjalanan panjang salah satu musisi perempuan terlaris sepanjang masa.
Debutnya lewat album 'Hello, I'm Dolly' pada 1967 sukses menjual lebih dari 160 juta album di seluruh dunia.
Ia juga mencetak lagu-lagu abadi seperti 'I Will Always Love You' dan '9 to 5'.
>>> Dolly Parton Meninggal di Usia 80, Dunia Berduka
Selain itu, Parton berdedikasi di bidang sosial, seperti mendanai riset medis dan membagikan ratusan juta buku gratis lewat lembaga amalnya.